Seni Ukir Jepara Mendunia? Siswa SMPN 6 Kenalkan Warisan Budaya ke Diplomat Asing
Kamis, 05 Nov 2026, 01:12 WIBJEPARA - Para siswa SMPN 6 Jepara, Jawa Tengah memperkenalkan karya seni ukir kepada diplomat asing yang hadir dalam acara "The Diplomatic Forum Jepara 2026" sebagai bagian dari promosi produk ukir Jepara, Rabu.
Kehadiran diplomat asing juga menjadi ajang untuk memperkenalkan sejarah sekolah yang berawal dari Sekolah Teknik Ukir pada 1956.
Para diplomat menyaksikan siswa mempraktikkan seni ukir dan membatik. Mereka juga mencoba mengukir sebelum mengunjungi Museum Ukir di lingkungan sekolah.
Menurut Kepala SMPN 6 Jepara Siti Rosiyanah, sekolahnya memiliki sejarah panjang dalam pendidikan seni ukir. Pada 1956, sekolah ini dikenal sebagai Sekolah Teknik Ukir yang mengajarkan keterampilan perkayuan dan seni ukir tradisional.
Meski kini berkembang menjadi sekolah menengah pertama, kata dia, sekolah tetap mempertahankan keterampilan tersebut melalui kegiatan seni ukir kayu dan batik.
"Teach, practice, and pass them on," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Jepara Ratib Zaini berharap kunjungan tersebut membuka peluang kerja sama pendidikan lintas negara. Peluang yang diharapkan mencakup pertukaran siswa dan guru, kerja sama pendidikan dan kebudayaan, serta peningkatan kemampuan bahasa asing.
Ia juga mengingatkan siswa agar tidak melupakan budaya ketika mengejar kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Jangan melupakan sejarah, budaya, dan jati diri bangsa kita," pesannya kepada para siswa.
Duta Besar Kerajaan Denmark untuk Indonesia HE Sten Frimodt Nielsen mengapresiasi sambutan dan keterampilan yang diperlihatkan siswa.
Ia menilai pendidikan harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga warisan budaya.
"Anda adalah masa depan bangsa Indonesia," ujarnya.
Lebih lanjut, dia mengingatkan para siswa bahwa mereka merupakan masa depan Indonesia, dan perlu meningkatkan kemampuan tanpa melupakan akar kebudayaan.
Sten juga berkesempatan mencoba praktik seni ukir bersama siswa. Dia juga terkesan dengan pesan tentang pentingnya terus berlatih untuk menguasai keterampilan tradisional.
Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar berharap Octofest 2026 membuka peluang perdagangan dan kemitraan internasional bagi industri mebel, seni ukir, dan kerajinan lokal.
Ia mengajak para diplomat berinteraksi langsung dengan pelaku usaha untuk menjajaki peluang pasar, investasi, dan transfer pengetahuan.
"Kami berharap kunjungan ini tidak berhenti pada pengenalan produk, tetapi berkembang menjadi hubungan bisnis dan kerja sama yang konkret serta berkelanjutan," ujarnya.
- Warisan Budaya
- Diplomat
- Mendunia
- Seni Ukir Jepara
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Marcellus Widiarto
Berita Terkait:
-
Dua Kapal Perang RI Jalani Pemeliharaan di PT PAL, Jaga Kesiapan Armada TNI
-
DLH Sigi Nyatakan Kualitas Udara Masih Aman untuk Beraktivitas Luar Ruang
-
Kurangi Asap Karhutla, Penyemaian Dry Ice di Sumsel Berlangsung 10 Hari
-
Warga Diserang Kabut Asap, Pemkab Kobar Sediakan Oksigen dan Cek Kesehatan Gratis
-
'The Batman 2': Matt Reeves Mundur dari Kursi Sutradara, Steven Soderbergh Turun Tangan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.