Perum Bulog: Sulawesi Tengah Mendapat Tambahan 500 Ton Beras SPHP

Kamis, 05 Nov 2026, 14:20 WIB

PALU – Perum Bulog mengatakan Sulawesi Tengah (Sulteng) mendapat tambahan sebanyak 500 ton lebih beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk disalurkan kepada masyarakat sebagai upaya menjaga ketahanan pasokan komoditas pangan dengan harga relatif murah.

"Penambahan kuota seiring dengan meningkatnya permintaan pasar, dan ini berlaku secara nasional," kata Pimpinan Wilayah (Pimwil) Bulog Sulawesi Tengah, Jusri Pakke, di Palu, Kamis (05/11).

Ket. Foto: Arsip - Warga membeli beras premium di kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) di Parigi, Kamis (22/10/2026). — Sumber: ANTARA

Ia menjelaskan penyaluran bahan pangan program SPHP beras ke pasar telah mencapai 10.180.000 ton, dimana dari angka realisasi itu sudah termasuk kuota tambahan dengan presentasi 107 persen.

Kuota awal diberikan pemerintah kepada Sulteng melalui Bulog Sekitar 9.500 ton lebih, kemudian pemerintah melakukan penambahan kuota. Karena beras SPHP merupakan penugasan Publik Service Obligation (PSO)di bidang pangan.

"SPHP wajib dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (SPHP) Rp12.500 per kilogram dengan kualitas beras medium. Beras itu dijual ke pasar khusus mengintervensi stabilisasi pasokan dan harga pangan," ujarnya.

Ia mengemukakan Bulog sebagai lembaga yang ditugaskan pemerintah dalam urusan logistik berkewajiban menjaga ketahanan, ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilisasi harga pangan.

Tugas-tugas itu diimplementasikan ke dalam kegiatan Pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) termasuk penyediaan stok mutu yang baik, kemudian pengamanan harga melalui penyerapan hasil panen petani dan distribusi serta intervensi pangan melalui penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat miskin.

Pemerintah pusat, kata dia, telah mengeluarkan kebijakan batas penyaluran SPHP 20 November 2026, berdasarkan ketentuannya itu pihaknya terus menggenjot penyaluran kepada masyarakat melalui pasar.

"Kami juga melibatkan aparat penegak hukum kejaksaan, TNI/Polri. Kemudian pemerintah daerah dalam melakukan pengawasan penyaluran SPHP, supaya program pemerintah terealisasi tepat sasaran," ucap Jusri.

  • Beras SPHP
  • Bulog Sulawesi Tengah

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.