Jelang Natal, Pemprov Sulut Imbau Warga Stok Cabai Beku

Kamis, 05 Nov 2026, 05:28 WIB

MANADO - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) mengimbau kepada masyarakat agar melakukan stok cabai beku menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.

"Imbauan ini disampaikan untuk membantu masyarakat mengantisipasi potensi kenaikan harga cabai rawit akibat meningkatnya permintaan pada momentum hari besar keagamaan nasional," kata Kepala Biro Perekonomian Pemprov Sulut Reza Dotulung, di Manado, Rabu (4/11).

Ket. Foto: Cabai di pasar tradisional jelang Natal dan tahun Baru. — Sumber: antara foto

Dia mengatakan saat ini cabai rawit yang berada di sentra perdagangan Kota Manado dan sekitarnya sebagian besar dipasok dari dari Surabaya dan Makassar.

Kondisi tersebut membuat ketersediaan serta harga cabai di pasaran turut dipengaruhi oleh kelancaran distribusi dari daerah pemasok.

"Saat ini harga cabai rawit dari Makassar sebesar Rp80ribu per kg, sedangkan yang dari Surabaya seharga Rp110 ribu per kg," kata Reza.

Perbedaan harga tersebut menunjukkan adanya variasi harga berdasarkan daerah asal pasokan, yang perlu menjadi perhatian dalam menjaga stabilitas harga komoditas pangan di Sulawesi Utara.

Menghadapi peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang Natal dan Tahun Baru, Pemprov Sulut mengingatkan warga agar tidak hanya bergantung pada pembelian cabai dalam kondisi segar. 

"Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah membeli cabai secukupnya untuk kemudian disimpan dalam freezer atau lemari pendingin, sehingga bisa digunakan secara bertahap sesuai kebutuhan rumah tangga," katanya.

Penyimpanan cabai dalam kondisi beku dinilai dapat menjadi solusi sederhana untuk membantu masyarakat mengantisipasi fluktuasi harga. Dengan memiliki persediaan lebih awal, masyarakat diharapkan tidak terlalu terbebani apabila terjadi lonjakan harga ketika permintaan meningkat menjelang perayaan hari besar.

Selain mengimbau masyarakat, Pemprov Sulut juga terus memberikan perhatian terhadap perkembangan pasokan dan harga komoditas pangan strategis di pasaran. Ketersediaan pasokan dari luar daerah menjadi salah satu faktor penting yang perlu dijaga agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Pemprov Sulut berharap masyarakat dapat menyikapi kondisi tersebut secara bijak dengan mengatur kebutuhan belanja dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Langkah menyimpan cabai beku dapat menjadi salah satu upaya antisipasi, sekaligus membantu mengurangi tekanan permintaan secara mendadak di pasar.

Dengan pengelolaan persediaan rumah tangga yang baik serta terjaga kelancaran distribusi pasokan, stabilitas harga cabai rawit di Sulawesi Utara diharapkan tetap terkendali.
 

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.