• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Apjatel Dorong Pemerataan ...

Apjatel Dorong Pemerataan Infrastruktur Digital dan Kesiapan Industri Hadapi Era AI

Kamis, 05 Nov 2026, 19:10 WIB

TANGERANG – Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 di Hotel Episode Gading Serpong, Tangerang, Rabu (4/11/2026). Mengusung tema Connect. Collaborate. Accelerate., forum ini menjadi ajang konsolidasi industri untuk memperkuat kolaborasi dan mendorong percepatan pembangunan infrastruktur digital di Indonesia.

Rakernas tersebut dihadiri lebih dari 300 peserta yang terdiri atas anggota dan mitra Apjatel, pelaku industri telekomunikasi, serta perwakilan pemerintah dan pembuat kebijakan. Pertemuan tahunan ini membahas evaluasi kinerja organisasi, penyelarasan program kerja, serta tantangan dan peluang industri telekomunikasi ke depan.

Ket. Foto: Jerry Siregar, Ketua Umum Apjetal, memberikan sambutan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 di Hotel Episode Gading Serpong, Tangerang, Rabu (4/11/2026). Kegiatan ini digelar untuk memperkuat kolaborasi industri, mendorong pemerataan jaringan fiber optik, dan menyiapkan infrastruktur digital menghadapi era AI. — Sumber: Apjatel

Ketua Umum Apjetal, Jerry Siregar, mengatakan Rakernas merupakan agenda rutin yang diamanatkan dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) organisasi. Forum tersebut tidak hanya menjadi sarana penyampaian laporan kinerja, tetapi juga ruang bagi anggota untuk menyampaikan aspirasi dan memperkuat kerja sama.

“Rakernas bukan hanya menjadi forum untuk menyampaikan laporan kinerja organisasi, tetapi juga ruang bagi anggota untuk menyampaikan aspirasi, bertukar pandangan, dan memperkuat sinergi satu sama lain. Kolaborasi menjadi kunci agar industri telekomunikasi, khususnya fixed broadband, dapat terus berkembang dan berkontribusi dalam mendukung kedaulatan serta transformasi digital Indonesia,” ujar Jerry melalui keterangan tertulis pada hari Kamis (5/11/2026).

Fiber Optik Menjadi Tulang Punggung Ekosistem AI

Salah satu agenda utama Rakernas Apjatel 2026 adalah talkshow bertajuk AI-Powered Connectivity: Mengakselerasi Infrastruktur Digital Indonesia. Diskusi ini membahas dampak perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terhadap kebutuhan pembangunan, pengelolaan, dan optimalisasi infrastruktur konektivitas.

Talkshow menghadirkan Wijaya Kusumawardhana, Staf Ahli Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta Abraham S. Bernardus, Vice President Business Centratama Group. Diskusi dipandu M. Tri Prasetya, Wakil Ketua Umum I Apjatel.

Para pembicara menekankan bahwa perkembangan AI membutuhkan infrastruktur konektivitas yang andal, berkapasitas besar, dan menjangkau berbagai wilayah. Jaringan telekomunikasi tidak hanya berperan dalam pertukaran data, tetapi juga menopang operasional pusat data (data center), layanan komputasi awan (cloud computing), serta berbagai aplikasi digital yang membutuhkan kecepatan dan kapasitas tinggi.

Dalam konteks tersebut, jaringan fiber optik menjadi salah satu fondasi penting bagi pengembangan ekosistem digital nasional.

Data Laporan Kinerja Komdigi Tahun 2025 mencatat panjang jaringan fiber optik terestrial di Indonesia mencapai sekitar 1,02 juta kilometer. Sementara itu, jaringan fiber optik bawah laut tercatat sekitar 131,2 ribu kilometer.

Jangkauan jaringan fiber optik tersebut telah mencapai 5.253 dari total 7.285 kecamatan atau sekitar 72,11 persen. Data ini menunjukkan perkembangan pembangunan konektivitas nasional, sekaligus menggambarkan masih adanya kebutuhan perluasan jaringan agar akses digital semakin merata.

Penataan Jaringan Fiber Optik Perlu Koordinasi

Selain memperluas jaringan, Apjatel menyoroti pentingnya penataan infrastruktur fiber optik agar pembangunan konektivitas berlangsung lebih terkoordinasi, aman, dan berkelanjutan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah penataan jaringan secara bertahap, dari kabel udara menuju kabel tanam. Program tersebut dijalankan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah dan instansi terkait, antara lain melalui relokasi jalur jaringan, penerapan tiang terpadu, serta perapihan kabel di sejumlah ruas jalan.

Berdasarkan data program Apjetal di wilayah Jabodetabek, Serang, dan Banten selama periode 2021–2026, penataan jaringan telah mencakup 363 lokasi dengan total panjang 604,771 kilometer.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 281 lokasi dengan panjang 403,218 kilometer telah selesai ditata. Sementara itu, pekerjaan di 82 lokasi sepanjang 201,553 kilometer masih berlangsung.

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa penataan infrastruktur jaringan membutuhkan proses berkelanjutan serta koordinasi antara penyelenggara jaringan, mitra pelaksana, dan pemerintah daerah.

Apjatel pun mendorong integrasi program pembangunan antarorganisasi perangkat daerah (OPD) di tingkat provinsi, kota, dan kabupaten. Integrasi diperlukan agar pekerjaan infrastruktur, seperti perbaikan jalan, trotoar, jembatan penyeberangan, dan drainase, dapat diselaraskan dengan pembangunan maupun penataan jaringan telekomunikasi.

Koordinasi tersebut diharapkan berlangsung sejak tahap perencanaan, integrasi perizinan, survei bersama, hingga pemantauan pekerjaan di lapangan. Dengan demikian, penataan jaringan tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang lebih tertib, tetapi juga mendukung keselamatan pengguna jalan dan menjaga keandalan layanan telekomunikasi.

Perkuat Sinergi dan Arah Strategis Industri

Selain talkshow, Rakernas Apjatel 2026 diisi dengan penyampaian laporan kinerja organisasi oleh Ketua Umum serta diskusi panel yang melibatkan Dewan Pengawas, pengurus, anggota Apjatel, perwakilan operator berskala besar hingga kecil, asosiasi, dan pemerintah.

Diskusi tersebut membahas sejumlah isu strategis industri, mulai dari koordinasi lintas pemangku kepentingan, pengembangan infrastruktur jaringan, hingga peluang kolaborasi dalam pembangunan konektivitas nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Apjatel meluncurkan situs web terbaru sebagai sarana untuk memperluas akses informasi mengenai organisasi, kegiatan, serta kontribusinya terhadap perkembangan industri jaringan telekomunikasi Indonesia.

Melalui Rakernas 2026, Apjetal menargetkan lima hasil utama:

  1. Memperkuat sinergi antaranggota melalui penyelarasan visi dan peningkatan kolaborasi.
  2. Membangun arah kerja organisasi yang lebih jelas melalui penyampaian laporan pertanggungjawaban dan pemaparan program kerja.
  3. Menyediakan ruang bagi anggota untuk menyampaikan aspirasi dan masukan. Apjatel menyebut organisasinya memiliki 174 anggota tetap dan 60 anggota mitra yang diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam pembahasan agenda industri.
  4. Memperkuat kesiapan industri telekomunikasi menghadapi era AI, termasuk dalam memenuhi kebutuhan konektivitas, meningkatkan efisiensi pengelolaan jaringan, serta mengembangkan peluang bisnis baru.
  5. Mendorong langkah strategis untuk memperkuat kedaulatan dan transformasi digital nasional melalui dukungan pemangku kepentingan, termasuk regulator.

Jerry mengatakan Apjatel berkomitmen menjadi wadah kolaborasi bagi penyelenggara jaringan telekomunikasi dan berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur digital.

“Melalui semangat Connect. Collaborate. Accelerate., kami ingin mendorong industri untuk tidak hanya membangun konektivitas, tetapi juga memperkuat kerja sama dan mempercepat pertumbuhan ekosistem digital Indonesia. Apjetal berkomitmen untuk terus menjadi wadah kolaborasi bagi para penyelenggara jaringan telekomunikasi dan pemangku kepentingan terkait,” kata Jerry.

Melalui forum tersebut, Apjatel berharap kolaborasi antarpelaku industri dan pemerintah dapat semakin kuat, sehingga pembangunan infrastruktur telekomunikasi mampu menjawab kebutuhan konektivitas nasional sekaligus mendukung perkembangan teknologi digital, termasuk AI.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.