• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Kopenhagen: Harmoni Antara...

Kopenhagen: Harmoni Antara Masa Lalu dan Kebahagiaan Hidup

Rabu, 04 Nov 2026, 15:17 WIB

JIKA ada satu kota di dunia yang berhasil memadukan pesona dongeng masa lalu dengan inovasi masa depan secara mulus, kota itu adalah Kopenhagen. Ibu kota Denmark ini secara konsisten bertengger di daftar kota paling layak huni dan paling bahagia di dunia. Dikenal dengan budaya sepeda yang masif, arsitektur yang menawan, serta konsep kenyamanan hidup yang mereka sebut hygge, Kopenhagen adalah cerminan dari kota modern yang humanis. Bagi para pelancong, kota ini menawarkan petualangan visual dan kultural yang sulit dilupakan.

Kanvas Warna-Warni di Tepi Air

Ket. Foto: — Sumber: AFP/IDA MARIE ODGAARD

Perjalanan mengeksplorasi Kopenhagen tidak akan lengkap tanpa mengunjungi Nyhavn (Pelabuhan Baru). Tempat ini adalah ikon visual Kopenhagen yang paling terkenal di dunia. Dibangun pada abad ke-17, kanal ini dulunya merupakan pelabuhan komersial yang sibuk dan sering dikunjungi oleh para pelaut dari berbagai penjuru dunia.

20261104151140_copenhagen-1.jpeg

(Foto: AFP/Ludovic Marin/Getty Images)

Kini, bangunan-bangunan kayu bersejarah abad ke-17 dan ke-18 di sepanjang kanal telah bersolek menjadi restoran, kafe, dan bar yang estetis dengan fasad berwarna-warni yang cerah. Berjalan kaki di tepi kanal Nyhavn sembari menikmati es krim, atau duduk santai menyaksikan kapal-kapal kayu kuno yang bersandar, memberikan atmosfer retro yang romantis. Menariknya, penulis dongeng legendaris Hans Christian Andersen pernah tinggal di beberapa rumah di kawasan ini, termasuk rumah nomor 20, tempat ia menulis beberapa karya termasyhurnya.

Hygge dan Budaya Sepeda

Salah satu rahasia kebahagiaan warga Kopenhagen terletak pada kata "Hygge" (dibaca: hoo-ga). Sulit diterjemahkan secara harfiah, hygge adalah sebuah konsep kenyamanan, kehangatan jiwa, dan menikmati momen-momen sederhana dalam hidup bersama orang-orang tercinta. Anda bisa merasakan atmosfer hygge ini di setiap sudut Kopenhagen—mulai dari pencahayaan kafe yang temaram menggunakan lilin, interior minimalis yang hangat, hingga kebiasaan warga lokal yang menikmati secangkir kopi panas di ruang terbuka meski cuaca sedang dingin.

20261104151140_copenhagen-2.jpeg

(Foto: AFP)

Selain hygge, Kopenhagen adalah surga bagi para pesepeda. Kota ini dirancang dengan infrastruktur sepeda yang sangat canggih dan aman, bahkan melebihi jalur mobil di beberapa area. Lebih dari separuh populasi Kopenhagen bersepeda setiap hari untuk pergi bekerja atau sekolah. Menyewa sepeda adalah cara terbaik untuk membaur dan merasakan denyut nadi kota ini seperti warga lokal sejati.

Tivoli Gardens: Taman Hiburan Tertua yang Menginspirasi Disney

Bergeser ke pusat kota, terdapat Tivoli Gardens, sebuah taman hiburan legendaris yang dibuka sejak tahun 1843. Tivoli bukan sekadar taman bermain modern dengan wahana yang memacu adrenalin; tempat ini adalah cagar budaya yang mempertahankan arsitektur oriental kuno, taman-taman bunga yang tertata indah, dan lampu-lampu gantung magis di malam hari.

20261104151139_copenhagen-4.jpeg

(Foto: AFP/IDA MARIE ODGAARD/Ritzau Scanpix/Getty Images)

Begitu memikatnya atmosfer Tivoli, konon Walt Disney sempat mengunjungi taman ini beberapa kali pada tahun 1950-an untuk mencari inspirasi sebelum ia membangun Disneyland pertama di Amerika Serikat. Pada musim dingin, Tivoli berubah menjadi pasar natal magis yang dipenuhi aroma kue jahe dan lampu-lampu kristal.

Desain Minimalis

Kopenhagen juga merupakan kiblat bagi para pencinta desain interior dan arsitektur. Gaya desain Skandinavia yang menekankan fungsionalitas, garis-garis bersih (minimalis), dan pemanfaatan material alam dapat dilihat di berbagai bangunan publik, seperti Copenhagen Opera House yang megah dan kawasan distrik kreatif Meatpacking District (Kødbyen).

20261104151139_Copenhagen_Opera_House_2014_04.jpeg

(Foto: Wikipedia)

Di sektor kuliner, Kopenhagen telah memimpin revolusi New Nordic Cuisine global. Kota ini menjadi rumah bagi puluhan restoran berbintang Michelin, termasuk Noma, yang berulang kali dinobatkan sebagai restoran terbaik di dunia. Fokus kuliner di sini adalah menggunakan bahan-bahan lokal, segar, organik, dan musiman yang diolah dengan teknik modern yang sangat kreatif.

Sang Putri Duyung

Sebagai salah satu monarki tertua di dunia, Denmark menyisakan kemegahan kerajaan di tengah kota Kopenhagen. Pengunjung bisa menyaksikan prosesi pergantian penjaga kerajaan setiap siang hari di Istana Amalienborg, kediaman resmi keluarga kerajaan Denmark.

20261104151141_copenhagen-3.jpeg

(Foto: AFP/ODD ANDERSEN)

Tidak jauh dari istana, di tepi pantai Langelinie, duduk dengan anggun patung perunggu The Little Mermaid (Putri Duyung Kecil). Terinspirasi dari dongeng Hans Christian Andersen, patung setinggi 1,25 meter ini telah menjadi simbol abadi kota Kopenhagen yang terus memikat jutaan wisatawan dari seluruh dunia meskipun ukurannya tergolong mungil.

Kopenhagen mengajarkan dunia tentang bagaimana sebuah kota metropolitan yang sibuk tetap bisa mempertahankan jiwa yang tenang, ramah lingkungan, dan menghargai kualitas hidup manusia. Menjelajahi kota ini memberikan perspektif baru bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari tingginya gedung pencakar langit, melainkan dari seberapa bahagia warga dan pengunjungnya saat menyusuri jalanan kota tersebut.

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.