Empat Petenis Kidal Masuk 20 Besar Dunia, Alexandra Eala Ikut Torehkan Sejarah

Rabu, 04 Nov 2026, 00:30 WIB

TOKYO – Tenis putri dunia mencatat pencapaian menarik dalam daftar peringkat terbaru WTA. Untuk pertama kalinya dalam lebih dari 11 tahun, empat petenis kidal berhasil menempati posisi 20 besar dunia secara bersamaan.

Pencapaian tersebut terjadi setelah Diana Shnaider dan Leylah Fernandez tampil impresif pada Toray Pan Pacific Open Tennis 2026 di Tokyo, turnamen terakhir kategori WTA 500 musim ini.

Ket. Foto: Alexandra Eala. — Sumber: WTA

Shnaider keluar sebagai juara setelah mengalahkan Fernandez di partai final. Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri penantian panjang petenis Rusia itu selama 14 bulan untuk kembali mengangkat trofi.

Gelar di Tokyo menjadi trofi keenam sepanjang karier Shnaider di level profesional.

Final tersebut juga memiliki catatan tersendiri karena mempertemukan dua petenis kidal. Berdasarkan catatan WTA, pertandingan itu menjadi final ke-10 di level tur sepanjang abad ke-21 yang mempertemukan dua pemain kidal.

Sebelumnya, final sesama petenis kidal terakhir terjadi di Hamburg 2023, ketika Arantxa Rus mengalahkan Noma Noha Akugue.

Sementara itu, final terakhir turnamen kategori WTA 500 atau lebih tinggi yang mempertemukan dua petenis kidal terjadi di New Haven 2015. Saat itu, Petra Kvitova mengalahkan Lucie Safarova.

Hasil di Tokyo membawa perubahan signifikan dalam daftar peringkat dunia terbaru.

Shnaider naik dua tingkat dari posisi ke-13 ke peringkat ke-11. Pencapaian tersebut menyamai peringkat tertinggi sepanjang kariernya yang pertama kali diraih pada Mei 2025.

Fernandez juga mengalami peningkatan signifikan. Petenis asal Kanada itu melonjak lima posisi dari peringkat ke-23 ke posisi ke-18 setelah menjalani rangkaian turnamen Asia yang mengesankan.

Fernandez membukukan 14 kemenangan dan empat kekalahan sepanjang Asian Swing. Catatan tersebut termasuk keberhasilannya menjuarai turnamen di Singapura dan mencapai final di Ningbo.

Kenaikan tersebut membuat Fernandez kembali menembus 20 besar dunia untuk pertama kalinya sejak September 2022.

Dia kini bergabung dengan tiga petenis kidal lainnya di kelompok elite tersebut, yakni Shnaider di peringkat ke-11, Maja Chwalińska di posisi ke-12, dan Alexandra Eala di peringkat ke-17.

Terakhir kali empat petenis kidal secara bersamaan berada di 20 besar dunia terjadi pada 28 September 2015. Ketika itu, Petra Kvitova menempati peringkat keempat, Lucie Safarova kelima, Angelique Kerber ke-13, dan Ekaterina Makarova ke-19.

Perubahan menarik lainnya dalam peringkat WTA terjadi setelah Harriet Dart menjuarai turnamen WTA 250 di Guangzhou, Tiongkok.

Pada usia 30 tahun, petenis Inggris tersebut akhirnya meraih gelar WTA pertamanya. Dart menjadi petenis tertua yang pertama kali menjuarai turnamen WTA sejak Arantxa Rus, yang berusia 32 tahun ketika menjuarai Hamburg empat tahun lalu.

Sebelum keberhasilan tersebut, Dart baru pernah mencapai satu semifinal di level tur, yakni di Cluj-Napoca pada 2024.

Perjalanan menuju gelar di Guangzhou juga berlangsung sangat berat. Petenis yang saat itu menempati peringkat ke-115 dunia tersebut bahkan hampir tersingkir sejak babak kualifikasi.

Dalam pertandingan kualifikasi pertamanya, Dart sempat tertinggal 5-7, 2-4 dari petenis Hong Kong, Shek Cheuk-Ying, yang berada di peringkat ke-632 dunia.

Namun, dia berhasil membalikkan keadaan dan menang 5-7, 7-6(5), 6-1.

Setelah lolos ke undian utama, perjuangan Dart tidak menjadi lebih mudah. Dia harus memainkan tiga set dalam seluruh lima pertandingan menuju gelar, termasuk menyingkirkan tiga pemain unggulan.

Ketiganya adalah Janice Tjen, unggulan kedua, pada babak kedua; Paula Badosa, unggulan kelima, di perempat final; serta Lilli Tagger, unggulan keempat, pada partai final.

Secara keseluruhan, Dart memainkan 20 set dalam tujuh pertandingan dengan total waktu 12 jam 43 menit di lapangan.

Dia menjadi petenis ketiga sepanjang abad ke-21 yang berhasil menjuarai turnamen WTA setelah selalu memainkan pertandingan tiga set di setiap babak undian utama. Dua pemain sebelumnya adalah Anastasia Pavlyuchenkova di Paris 2014 dan Christina McHale di Tokyo 2016.

Dart juga memperlihatkan mentalitas luar biasa. Pada semifinal melawan Sun Xinran, dia berhasil menyelamatkan dua match point sebelum memastikan kemenangan.

Keberhasilannya menjadi juara setelah sempat berada di ambang kekalahan juga membuat Dart masuk dalam kelompok empat petenis yang menjuarai turnamen WTA tahun ini setelah menyelamatkan match point.

Tiga pemain lainnya adalah Aryna Sabalenka di Indian Wells, Elena Rybakina di Stuttgart, dan Linda Noskova di Wimbledon.

Dart juga tercatat sebagai juara WTA dengan peringkat terendah keempat sepanjang musim ini. Sebelum dirinya, terdapat Katie Boulter yang menjuarai Ostrava saat berada di peringkat ke-120, Kristina Liutova di Memphis ketika menempati posisi ke-229, dan Robin Montgomery di 's-Hertogenbosch saat berada di peringkat ke-484.

Sebagai imbalan atas keberhasilan tersebut, Dart melonjak 31 posisi ke peringkat ke-84 dunia. Dia kembali masuk 100 besar untuk pertama kalinya sejak Februari 2025.

Peringkat tertinggi sepanjang karier Dart adalah posisi ke-70 yang dicapainya pada September 2024.

  • Peringkat WTA
  • Alexandra Eala

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.