Serangan Siber Kedua Lemari Pendingin Melanda Lemari pendingin Seluruh Supermarket di Eropa

Selasa, 03 Nov 2026, 00:01 WIB

STOCKHOLM – Serangan siber yang menyasar sistem pendingin supermarket di Eropa diduga semakin meluas. Setelah sebelumnya menyebabkan kerugian besar di Prancis, insiden serupa kini dilaporkan terjadi di Swedia, Belgia, dan Luksemburg.

Sejumlah jaringan supermarket di ketiga negara tersebut melaporkan suhu lemari pendingin dan freezer di puluhan gerai mereka meningkat secara tidak normal sepanjang malam. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran adanya serangan siber terorganisasi yang menyasar sistem pengendali suhu makanan.

Ket. Foto: Peretas diduga mengubah pengaturan suhu ribuan freezer, lemari es, dan unit pendingin secara jarak jauh. Suhu yang semula berada pada kisaran minus 27 derajat Celsius bahkan dilaporkan meningkat hingga jauh di atas 50 derajat Celsius. — Sumber: Istimewa

Dilansir dari The Guardian, Senin (2/11), jaringan supermarket Coop Swedia mengonfirmasi enam tokonya terdampak insiden tersebut.

Sementara itu, jaringan ritel ICA menyatakan telah mengetahui adanya gangguan yang memengaruhi sistem pendingin dan pembeku di sejumlah kecil gerainya.

Dampak serupa juga dialami Ahold Delhaize, perusahaan ritel asal Belanda yang mengoperasikan sejumlah jaringan supermarket di Belgia dan Luksemburg.

Juru bicara perusahaan, Sarah De Meester, mengatakan puluhan supermarket mereka mengalami gangguan pada sistem pendingin. Perusahaan telah memastikan adanya peningkatan suhu dan kini tengah melakukan penyelidikan terhadap insiden tersebut.

Di Belgia, surat kabar Le Soir melaporkan sejumlah jaringan toko ikut terdampak. Di antaranya lima gerai Spar, beberapa toko Shop & Go yang terhubung dengan SPBU Q8, serta sejumlah minimarket Proxy Delhaize.

Besarnya gangguan membuat perusahaan penyedia instalasi pendingin harus bergerak cepat untuk mengamankan perangkat yang terhubung dengan jaringan.

"Kami mulai mengerahkan teknisi pada pukul 1 pagi. Kami menghabiskan sepanjang malam dan pagi untuk memutus instalasi yang terkena dampak dari jaringan listrik," kata Stephan Moelans, kepala eksekutif Sabcobel, perusahaan yang bergerak di bidang instalasi sistem pendingin.

Dugaan serangan serupa sebelumnya terjadi di Prancis

Insiden terbaru ini mengingatkan pada serangan siber besar-besaran yang menghantam jaringan supermarket di Prancis pada Oktober lalu.

Ketika itu, kepolisian Prancis menyebut peretas telah mengambil alih sistem pendingin hingga 700 supermarket. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan makanan dalam jumlah besar dan kerugian finansial mencapai jutaan euro.

Peretas diduga mengubah pengaturan suhu ribuan freezer, lemari es, dan unit pendingin secara jarak jauh. Suhu yang semula berada pada kisaran minus 27 derajat Celsius bahkan dilaporkan meningkat hingga jauh di atas 50 derajat Celsius.

Sejumlah jaringan ritel besar seperti Intermarché, Coopérative U, Carrefour, Leclerc, dan Monoprix termasuk yang terdampak.

Akibatnya, supermarket terpaksa membuang berbagai produk yang tidak lagi layak disimpan maupun dikonsumsi, mulai dari daging segar, produk susu hingga makanan beku.

Kerugian di sejumlah gerai dilaporkan mencapai puluhan ribu euro hingga lebih dari 130.000 euro. Bahkan, dua toko di wilayah Alsace mencatat kerugian gabungan sebesar 270.000 euro.

Sistem pendingin yang terhubung internet menjadi celah keamanan

Meluasnya insiden ini menyoroti risiko keamanan pada sistem pendingin modern yang terhubung dengan internet.

Sebagian besar supermarket menggunakan teknologi pemantauan jarak jauh untuk mengontrol suhu lemari pendingin, melakukan pemeliharaan, serta menerima peringatan apabila terjadi kerusakan.

Namun, konektivitas tersebut juga membuka peluang bagi pihak tidak bertanggung jawab untuk mengambil alih sistem apabila pengamanannya berhasil ditembus.

Dalam kasus Prancis, peretas diduga membajak perangkat pengendali yang sebagian besar dipasok perusahaan Denmark, Danfoss.

Meski insiden di Swedia, Belgia, dan Luksemburg memiliki kemiripan dengan serangan di Prancis, belum ada kepastian bahwa seluruh kejadian tersebut dilakukan oleh kelompok peretas yang sama.

Penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap bagaimana sistem pendingin di berbagai jaringan supermarket tersebut bisa mengalami gangguan secara bersamaan.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.