Produksi Pangan Melemah, Target Swasembada Diuji

Selasa, 03 Nov 2026, 00:00 WIB

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan produksi padi dan jagung kompak turun pada September 2026. Penurunan ini dipicu oleh menyusutnya luas panen akibat dampak El Nino yang tahun ini lebih kuat dibandingkan 2023.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan realisasi luas panen padi pada September 2026 hanya 0,91 juta hektare. Angka itu anjlok 19,40 persen dibanding September 2025 yang mencapai 1,13 juta hektare.

Ket. Foto: Ketahanan Pangan - Produksi Padi dan Jagung Merosot — Sumber: antara

"Seiring penurunan luas panen tersebut, produksi padi diperkirakan turun 18,29 persen, dari 5,97 juta ton GKG pada September 2025 menjadi 4,88 juta ton GKG pada September 2026," ujar Ateng dalam konferensi persnya di Jakarta, Senin (2/11).

Produksi beras pun ikut tertekan. BPS memperkirakan produksi beras September 2026 mencapai 2,81 juta ton, turun 18,25 persen dibanding tahun lalu. Secara kumulatif, realisasi luas panen padi selama Januari-September 2026 mencapai 9,24 juta hektare atau turun 2,23 persen dibanding periode yang sama tahun 2025.

BPS juga memberi sinyal waspada untuk tiga bulan ke depan. Potensi luas panen padi Oktober-Desember 2026 diperkirakan turun 17,75 persen menjadi 1,54 juta hektare. Potensi produksi padi periode tersebut diperkirakan turun 16,30 persen menjadi 8,69 juta ton GKG, sementara produksi beras diperkirakan turun 16,32 persen menjadi 5,01 juta ton.

"BPS menjelaskan, perkiraan penurunan produksi pada periode tersebut dipengaruhi oleh dampak El Nino yang tahun ini lebih kuat dibandingkan pada 2023. Dampaknya diperkirakan semakin terasa pada tiga bulan ke depan. Namun demikian, produksi padi pada periode Januari–Agustus 2026 masih mencatat adanya peningkatan," jelas Ateng.

Tak hanya padi, BPS juga melaporkan realisasi luas panen jagung pada September 2026 turun 3,59 persen menjadi 0,21 juta hektare. Produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen (JPK KA 14 persen) diperkirakan 1,30 juta ton atau turun 6,46 persen dibanding September tahun lalu.

Meski begitu, secara kumulatif produksi JPK KA 14 persen sepanjang Januari-September 2026 masih lebih tinggi 2,73 persen dibanding tahun lalu, yakni mencapai 13,16 juta ton.

Stok Aman

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman menyatakan ketahanan pangan Indonesia relatif aman di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global yang berpotensi mengganggu rantai pasok dan memicu krisis pangan. Per 26 Oktober 2026, cadangan beras pemerintah (CBP) di Bulog mencapai sekitar 4,5 juta ton, ditambah potensi 10 juta ton dari tanaman padi siap panen (standing crop) dan sekitar 10 juta ton stok di sektor hotel, restoran, dan katering (horeka).

  • Ketahanan pangan

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.