Polres Natuna Gandeng Dunia Pendidikan, Begini Upaya Cegah Bullying di Sekolah

Selasa, 03 Nov 2026, 04:35 WIB

NATUNA - Kepolisian Resor (Polres) Natuna, Kepulauan Riau mengedukasi pelajar mengenai bahaya perundunganmelalui program Polisi Peduli Pendidikan (Polidik).

Kapolres Natuna AKBP Novyan Aries Efendie di Natuna, Senin, mengatakan pada Senin pagi di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Natuna pihaknya melaksanakan penyuluhan sebagai bagian dari program Polidik.

Ket. Foto: Kegiatan penyuluhan bahaya perundungan dalam Program Polidik Polres Natuna di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 2 Natuna, Senin (2/11). — Sumber: Antara foto/HO-Polres Natuna

Melalui program ini, katanya, Polri melakukan pembinaan, edukasi, serta pendekatan dengan dunia pendidikan.

Pada penyuluhan tersebut, Polres Natuna memberikan pemahaman kepada pelajar tentang bahaya perundungan, untuk mencegah tindakan perundungan sejak dini sekaligus menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi para pelajar.

"Dalam penyuluhan tersebut, para siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk perundungan, mulai dari kekerasan fisik, verbal, sosial hingga perundungan melalui media sosial atau cyberbullying," ucapnya.

Ia menyebut melalui pendekatan edukatif dan humanis, para pelajar diajak untuk saling menghormati, menghargai perbedaan, menjaga persaudaraan serta menghindari segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah.

Menurut dia, pelajar perlu mengetahui bahwa perundungan bukan sekadar candaan antar-teman, melainkan tindakan yang dapat berdampak serius terhadap kondisi fisik dan psikologis korban.

Pelajar juga dinilai perlu mengetahui bentuk perundungan agar bisa menjadi pelapor atau mencegah terjadinya perbuatan tidak baik tersebut.

"Jangan takut melaporkan kepada guru maupun kepolisian apabila mengalami atau mengetahui adanya tindakan perundungan," ujar dia.

Ia menjelaskan agen pelopor antiperundungan bisa ditunjukkan melalui kepedulian terhadap sesama, berani membantu teman yang menjadi korban, serta tidak ikut melakukan maupun membiarkan tindakan tersebut.

"Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelajar untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sekaligus membentuk generasi muda yang berkarakter, disiplin, berakhlak baik dan taat aturan," katanya.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.