Muktamar Muhammadiyah 2027 Diproyeksi Datangkan Sejuta Pengunjung dan Gerakkan Ekonomi Sumut

Selasa, 03 Nov 2026, 01:30 WIB

Medan - Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution meyakini penyelenggaraan Muktamar ke-49 Muhammadiyah dan 'Aisyiyah pada November 2027 akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, terutama melalui peningkatan aktivitas sektor usaha masyarakat.

"Agenda berskala nasional dan internasional ini diyakini memberikan dampak positif pertumbuhan ekonomi," ucap Bobby seusai menerima panitia dan jajaran Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Senin (2/11).

Ket. Foto: Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution (kiri) menerima panitia dan jajaran Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, di Kantor Gubernur Sumut, Senin (2/11). — Sumber: Antara

Bobby mengatakan kehadiran peserta dan peninjau dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara berpotensi meningkatkan aktivitas sektor perhotelan, transportasi, kuliner, perdagangan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Kepercayaan Sumatera Utara sebagai tuan rumah Muktamar ke-49 Muhammadiyah merupakan peluang untuk meningkatkan aktivitas ekonomi daerah," kata dia.

Berdasarkan data Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah Provinsi Sumatera Utara pada 2025, terdapat sekitar 1,4 juta unit UMKM di wilayah tersebut. Sebanyak 98,9 persen di antaranya merupakan usaha mikro dan kecil.

"Lonjakan jumlah kunjungan peserta dan peninjau dari luar daerah hingga mancanegara tentunya akan menggerakkan perekonomian masyarakat Sumut," jelas Bobby.

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyatakan kesiapan untuk mendukung dan memfasilitasi penyelenggaraan muktamar tersebut.

"Pada prinsipnya Pemprov Sumut mendukung, dan memfasilitasi seluruh kegiatan muktamar ini. Kami sangat terbuka, dan berharap agenda besar ini berjalan sukses," ujar Bobby.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Agung Danarto mengapresiasi sambutan dan dukungan Gubernur Sumatera Utara. Ia mengatakan persiapan muktamar telah dilakukan sejak jauh hari karena kegiatan tersebut merupakan momentum besar bagi warga Muhammadiyah.

"Bagi Muhammadiyah, Muktamar itu seperti hari raya. Persiapannya biasanya dilakukan hingga lima tahun sebelumnya, termasuk kesiapan membangun gedung baru untuk lokasi pelaksanaan," jelas Agung.

Pembukaan muktamar direncanakan berlangsung di Stadion Teladan Medan, sedangkan persidangan Muhammadiyah dan 'Aisyiyah akan digelar di kampus Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

Agung memperkirakan kegiatan tersebut dapat menarik hingga satu juta pengunjung dari berbagai wilayah Indonesia dan luar negeri.

Selain persidangan, panitia juga merencanakan ekspo pameran ekonomi, pertemuan internasional yang menghadirkan perwakilan cabang Muhammadiyah dari 30 negara, serta organisasi Islam dunia.

"Kami memohon kesediaan pak Gubernur untuk menjadi penasihat atau pengarah dalam struktur kepanitiaan penyelenggaraan Muktamar Ke-49 Muhammadiyah," papar Agung.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.