IKN Buka Peluang Kalsel Jadi Gerbang Ekonomi Kalimantan
Selasa, 03 Nov 2026, 03:27 WIBBanjarmasin - Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur dinilai membuka peluang bagi Kalimantan Selatan untuk memperkuat perannya sebagai pintu gerbang logistik dan perdagangan di Pulau Kalimantan.
Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard mengatakan, pembangunan IKN bukan sekadar pemindahan pusat pemerintahan, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa dan Sumatera.
Menurut dia, transformasi ekonomi tersebut diperlukan untuk mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Kalimantan, dengan lima provinsi di dalamnya, memiliki potensi untuk menjadi salah satu kawasan penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.
âPembangunan IKN bukan hanya terkait memindahkan pusat pemerintahan, tapi bertujuan pula untuk dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Kalimantan yang memiliki lima provinsi,â ujarnya saat menjadi narasumber secara daring dalam diskusi publik bertajuk âMembongkar Visi Nusantara Economic Superhub: Di Mana Posisi Kalsel?â di General Building Student Activity Center Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Senin (2/11).
Febrian menjelaskan, Kalimantan memiliki tiga peran strategis yang saling melengkapi, yakni sebagai kawasan industri, basis ekspor nasional, dan pemasok kebutuhan ekonomi regional.
Potensi tersebut tercermin dari kontribusi Kalimantan terhadap ekspor nasional yang mencapai 14 persen pada 2025.
Dalam konteks itu, Kalimantan Selatan dinilai memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang logistik dan perdagangan antardaerah di Kalimantan. Kedekatan dengan Pulau Jawa, jaringan sungai, serta sejarah panjang perdagangan menjadi modal untuk memperkuat peran tersebut.
âNilai ekspor melalui Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada 2025 mencapai 12,13 miliar dolar AS,â kata Febrian.
Lebih lanjut, Febrian mengingatkan bahwa besarnya nilai ekspor belum tentu secara otomatis memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi masyarakat setempat. Karena itu, diperlukan kebijakan yang mampu mendorong penguatan logistik, pertumbuhan industri lokal, pengembangan usaha, dan penciptaan lapangan kerja. Ant/and
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Mobil Hybrid dan REEV Bakal Bebas Ganjil-Genap hingga Parkir Khusus, Menperin Sarmuji Siapkan Insentif Nonfiskal
-
Kemenag Buka Pengajuan Bantuan Pembangunan dan Rehab Masjid serta Musala, Pendaftaran Mulai 12 hingga 25 Oktober
-
Tim DVI Ungkap Cara Identifikasi Korban Kapal Virgo yang Sulit Dikenali
-
Haaland dan Semenyo Cedera? Ini Kata Pelatih Man City
-
Desa BRILiaN BRI Dorong Batik Ciwitan Jadi Ikon Ekonomi Kreatif Desa Benteng Ciampea
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.