Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Angka Stunting di Pemprov Banten Masih 21,1 Persen, Perlu Kerja Serius

3 Selasa, 03 Nov 2026, 15:40 WIB | Oleh:
Angka Stunting di Pemprov Banten Masih 21,1 Persen, Perlu Kerja Serius Angka Stunting di Pemprov Banten Masih 21,1 Persen, Perlu Kerja Serius Doc: ANTARA/HO-Pemprov Banten
Ket. Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah (kedua kanan), berbincang dengan Mendes PDT Yandri Susanto di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Selasa.

SERANG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menegaskan bahwa percepatan penurunan angka stunting (tengkes) di wilayahnya tidak dapat hanya bertumpu pada sektor kesehatan, melainkan harus diperkuat melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat desa dan sinergi lintas sektor.

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah di Serang, Selasa, mengatakan penanganan stunting harus dimulai dari unit terkecil, yakni keluarga, dan didukung penuh oleh program pembangunan desa yang melibatkan seluruh perangkat daerah.

"Desa itu membangun keluarga, keluarga membangun generasi, dan generasi membangun masa depan. Karena itu, pembangunan desa harus menjadi perhatian bersama," katanya usai Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Rakor Monev) Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang.

Dimyati mengatakan penguatan Posyandu serta pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita harus beriringan dengan peningkatan taraf ekonomi warga. Program Koperasi Desa Merah Putih dan optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dinilai menjadi kunci penggerak ekonomi keluarga. Sebagai komitmen nyata, Pemprov Banten tengah merancang peningkatan Bantuan Keuangan Desa pada anggaran 2027.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengungkapkan bahwa dari 20 indikator percepatan penurunan stunting, hanya sembilan indikator atau 30 persen yang berada di ranah medis/kesehatan.

"Sementara 11 indikator lainnya atau 70 persen merupakan intervensi sensitif lintas sektor, seperti pekerjaan umum, ketahanan pangan, keluarga berencana, hingga sanitasi lingkungan," kata Ati menjelaskan. 

Ia mencatat prevalensi stunting di Banten saat ini berada di angka 21,1 persen berdasarkan data 2024, seraya menunggu hasil pengukuran nasional terbaru untuk periode 2025 dan 2026.

Melalui kerja sama lintas sektor, ia mengatakan Pemprov Banten menargetkan pembentukan Banten Super Team guna mempercepat penanganan masalah gizi tersebut.

Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan bahwa persoalan gizi buruk berhubungan erat dengan tingkat kemiskinan dan ketersediaan lapangan kerja di perdesaan. Banten menjadi provinsi pertama dalam rangkaian kunjungan kerja kementeriannya terkait penanganan stunting perdesaan secara nasional.

"Kalau ada kegiatan ekonomi di desa, masyarakat bisa bekerja dan mendapatkan penghasilan. Kemiskinan bisa ditekan, stunting juga bisa kita tekan," katanya menegaskan.

Yandri juga mendorong pemanfaatan Dana Desa setiap tahun agar secara konsisten dialokasikan untuk mendukung pencegahan stunting melalui keterpaduan program antara pemerintah pusat, daerah, desa, dan masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
DPRD DKI Anggarkan Rp1,5 Tr...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Malaysia Berulah, Tindakan Curangnya Sangat Merugikan Indonesia

Malaysia Berulah, Tindakan Curangnya Sangat Merugikan Indonesia

03 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.