Tailan Tutup Perbatasannya dengan Myanmar

Senin, 02 Nov 2026, 02:30 WIB

TAK - Tailan menangguhkan lalu lintas melalui perbatasan tidak resmi di Provinsi Tak selama tujuh hari menyusul bentrokan sengit dan serangan pesawat nirawak (drone) di negara tetangga, Myanmar.

Ketegangan di sepanjang perbatasan masih terjadi setelah pasukan militer Myanmar melancarkan serangkaian serangan drone pada malam hari terhadap kelompok perlawanan di Distrik Myawaddy, Negara Bagian Karen, yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Mae Sot di Tailan barat.

Ket. Foto: Sejumlah tentara Tailan berjaga di perbatasan dengan Myanmar setelah sebelumnya terjadi bentrokan sengit di negara tetangganya itu. — Sumber: The Nation

Kedua pihak pun memperkuat tentara dan persenjataan masing-masing dekat garis perbatasan.

Komandan Satuan Tugas Naresuan, Mayor Jenderal Prasarn Henprasert, memerintahkan penangguhan lalu lintas perbatasan dan perdagangan di jalur-jalur tidak resmi di bagian selatan Jembatan Persahabatan ke-1 Tailan-Myanmar yang mencakup wilayah Mae Sot dan Phop Phra mulai 30 Oktober hingga 5 November 2026.

“Upaya tersebut dilakukan setelah insiden peluru nyasar dan tembakan masuk ke wilayah Tailan yang menyebabkan sejumlah rumah rusak dan melukai seorang warga Tailan. Kondisi korban saat ini dalam keadaan stabil,” lapor kantor berita Thai News Agency pada Minggu (1/11).

Tailan juga mendirikan pos pemeriksaan dan meningkatkan patroli untuk mengamankan kawasan tersebut.

Perdana Menteri Tailan, Anutin Charnvirakul, menegaskan telah memerintahkan otoritas daerah setempat untuk menjamin perlindungan penuh bagi masyarakat di wilayah perbatasan. Ia juga menjelaskan bahwa Tailan akan meningkatkan upaya pertahanan yang diperlukan demi menjaga keselamatan masyarakat. Ant/TNA-MCOT/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Antara, Berbagai Sumber

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.