Rampung 100 Persen, Wamendagri Ribka Haluk Tebar Satgas Makan Bergizi Gratis di Maluku & Papua
Senin, 02 Nov 2026, 18:38 WIBJAKARTA -Â Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mengungkapkan bahwa pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Maluku, Maluku Utara, dan seluruh Tanah Papua telah rampung 100 persen.Â
"Saya Wakil Menteri Dalam Negeri menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para gubernur dan bupati/wali kota di wilayah Maluku, Maluku Utara, dan seluruh Tanah Papua yang telah menetapkan SK Satgas MBG untuk tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Hari ini sudah final 100 persen," kata Ribka di Jakarta, Senin (2/11).
Hal itu disampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Surat Edaran (SE) Menteri Dalam Negeri Nomor 400.5/8545/SJ tentang Pelaksanaan Inspeksi dan Penilaian Kesesuaian SPPG di Daerah (se-Wilayah Maluku, Maluku Utara, dan Papua) yang dilaksanakan secara daring dari Jakarta, Senin.
Menurutnya, pembentukan satgas yang telah rampung di tingkat provinsi dan kabupaten/kota tersebut menjadi landasan penting untuk memperkuat pengawasan serta memastikan pelaksanaan program prioritas nasional berjalan optimal di kawasan timur Indonesia.
Oleh karena itu, ia meminta satgas daerah memperkuat pengawasan langsung terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) guna memastikan kualitas dan keamanan penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia menegaskan bahwa pemeriksaan secara menyeluruh diperlukan untuk memastikan sarana dan prasarana, proses pengolahan makanan, kebersihan, sanitasi, keamanan pangan, hingga kesesuaian menu telah memenuhi standar kelayakan.
Selain itu, Ribka menjelaskan bahwa inspeksi lapangan dijadwalkan berlangsung secara serentak mulai minggu pertama November 2026. Pelaksanaannya mengacu pada sejumlah indikator kelayakan operasional yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pedoman bagi Satgas daerah dalam menilai kesiapan dan kelayakan setiap SPPG.
Dalam proses evaluasi, Ribka menekankan agar Satgas daerah melakukan pemeriksaan secara objektif, profesional, dan berdasarkan kondisi faktual di lapangan. Ia berharap hasil inspeksi tersebut menjadi dasar dalam menentukan rekomendasi terhadap keberlanjutan operasional masing-masing SPPG.
"Setiap SPPG harus memperoleh rekomendasi yang jelas yaitu layak dilanjutkan, kemudian layak dilanjutkan dengan perbaikan, atau tidak layak dilanjutkan," tegasnya.
aRibka berharap koordinasi antara pemda dan BGN terus diperkuat agar pengawasan dapat berjalan efektif dan berkesinambungan. Melalui sinergi tersebut, penyelenggaraan program MBG diharapkan memiliki tata kelola yang aman, transparan, dan akuntabel, sekaligus memberikan manfaat bagi peningkatan kesehatan anak-anak serta perekonomian daerah.
"Semoga upaya bersama ini dapat mewujudkan penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis yang aman, berkualitas, akuntabel, dan berkelanjutan," tuturnya.
Kegiatan sosialisasi secara daring tersebut diikuti oleh Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN Prima Yosephine Berliana Tumiur Hutapea, jajaran pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama Kemendagri, para sekretaris daerah (Sekda) provinsi dan kabupaten/kota se-Maluku, Maluku Utara, dan Tanah Papua, serta jajaran kepala perangkat daerah dan Satgas setempat.
- makan bergizi gratis
- satgas mbg
- badan gizi nasional
- wamendagri
- ribka haluk
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
Berita Terkait:
-
Pasar India Menarik Perhatian Mendag, Produk Manufaktur RI Berpeluang Tembus Pasar Global
-
IHSG Hari Ini Menguat, Investor Masih Dibayangi Risiko Global
-
Kemenbud akan Pugar Candi Muara Takus
-
Cedera Paha, Bek Andalan PSG Nuno Mendes Dipastikan Absen Lawan Barcelona dalam Liga Champions
-
Rupiah Hari Ini Tembus Rp18.000! BI Terus Intervensi Pasar di Tengah Sentimen Risk-off
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.