IHSG Hari Ini Menguat, Investor Masih Dibayangi Risiko Global
Kamis, 22 Okt 2026, 17:55 WIBJAKARTA â Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI-Rate mampu memberi sinyal stabilitas kebijakan moneter dan menjaga kepercayaan investor terhadap pasar keuangan domestik.
Suku bunga yang tetap dapat meredam kekhawatiran terhadap perubahan biaya dana sekaligus memberi kepastian bagi pelaku pasar di tengah ketidakpastian global.
Namun, penguatan IHSG perlu dicermati lebih lanjut karena keberlanjutannya tidak hanya bergantung pada stabilitas suku bunga, tetapi juga pada prospek pertumbuhan ekonomi, kinerja emiten, dan aliran modal asing.
IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (22/10) sore ditutup menguat ditopang oleh pelaku pasar yang merespon keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan BI-Rate tetap di level 5,75 persen.
IHSG ditutup menguat 59,54 poin atau 1,12 persen ke posisi 5.387,90. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 8,81 poin atau 1,64 persen ke posisi 544,57.
"IHSG menguat ditopang oleh keputusan BI untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75 persen selama empat bulan berturut-turut, sekaligus menaikkan suku bunga deposit facility sebesar 25 basis poin guna mendukung stabilitas Rupiah,â ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta.
Nico mengatakan BI juga secara bertahap menurunkan rasio giro wajib minimum (GWM) mulai 1 November 2026, yang ditujukan untuk menambah likuiditas sekitar Rp190 triliun ke dalam sistem perbankan.
Namun demikian, Nico mengatakan penguatan IHSG dibatasi oleh pernyataan Presiden Prabowo Subainto yang mengkritik usulan MSCI untuk mengeluarkan Indonesia dari kategori pasar negara berkembang (Emerging Market) dan mengklasifikasikannya sebagai pasar mandiri (Standalone Market).
Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak akan gentar menghadapi rencana tersebut.
Dari mancanegara, sentimen pasar tertekan oleh kenaikan harga minyak mentah setelah serangan mematikan terhadap ladang minyak di Arab Saudi, yang meningkatkan ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta memperburuk kekhawatiran inflasi.
Sementara itu, bursa kawasan Asia didominasi oleh pelemahan di tengah kembali meningkatnya tekanan jual pada saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI), yang dipicu oleh kekhawatiran berkelanjutan terhadap keberlanjutan besarnya investasi di sektor AI.
Dibuka melemah, IHSG bergerak ke teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor menguat yaitu dipimpin sektor energi yang menguat 1,88 persen, diikuti oleh sektor transportasi & logistik dan sektor infrastruktur yang naik masing-masing sebesar 1,64 persen dan 1,28 persen.
Sedangkan satu sektor melemah yaitu sektor teknologi turun paling dalam sebesar 0,66 persen.
Adapun saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu ASMI, ENAK, AYLS, BUKK, dan PNSE. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni ALDO, ALKA, BESS, MORA, dan BAPA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2,08 juta kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 36,57 miliar lembar saham senilai Rp16,18 triliun. Sebanyak 489 saham naik, 216 saham menurun, dan 258 tidak bergerak nilainya
Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 2,40 persen ke 63.070,00, indeks Hang Seng melemah 3,03 persen ke 22.934,68, indeks Shanghai melemah 1,48 persen ke 3.658,03, indeks Kospi melemah 3,52 persen ke 5.533,77, dan indeks Strait Times melemah 0,42 persen ke 5.415,14.
- ihsg hari ini
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
IHSG Hari Ini Ikut Terseret, Bursa Asia Kompak Melemah
-
KBRI: Festival Indonesia 2026 Perkuat Persahabatan Indonesia-Korea
-
10 Tahun Susuri Jakarta, Bunda Reza Berjuang Besarkan Dua Anak hingga Mandiri
-
IHSG Hari Ini Menghijau, Kepercayaan Investor Belum Sepenuhnya Pulih
-
Rupiah Masih Rawan - 09 Oktober 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.