Oase Malioboro Buka Ruang Baru bagi Seniman dan UMKM Yogyakarta

Senin, 02 Nov 2026, 11:45 WIB

YOGYAKARTA — Ruang bagi aktivitas seni, budaya, komunitas kreatif, dan UMKM bertambah di kawasan Malioboro, Yogyakarta. Oase Malioboro yang dikembangkan dengan konsep Cultural Creative Park diarahkan tidak sekadar menjadi destinasi wisata, tetapi juga ruang kolaborasi yang melibatkan berbagai potensi lokal.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengatakan keberadaan ruang baru tersebut diharapkan dapat memperkaya aktivitas pariwisata sekaligus memberikan kesempatan bagi seniman, budayawan, komunitas kreatif, dan pelaku UMKM untuk terlibat di dalamnya.

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Pemkoy Yogyakarta

"Oase Malioboro menjadi wajah pariwisata yang baru untuk Kota Yogyakarta. Tentu Pemerintah Kota Yogyakarta sangat mendukung hadirnya destinasi baru ini yang pada malam hari ini melaksanakan soft opening. Kami berharap kawasan ini juga menjadi ruang yang memiliki muatan budaya," ungkap Wawan di Yogyakarta, Sabtu (31/10) malam.

Menurut Wawan, pengembangan destinasi wisata di Kota Yogyakarta perlu memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat. Aktivitas pariwisata tidak hanya diarahkan untuk mendatangkan wisatawan, tetapi juga dapat menjadi penggerak kreativitas, pelestarian budaya, dan kegiatan ekonomi lokal.

Karena itu, keterlibatan pelaku lokal menjadi salah satu hal yang diharapkan tumbuh di kawasan tersebut. Seniman dan budayawan dapat memanfaatkan ruang yang tersedia untuk berkarya sekaligus mengenalkan kekayaan budaya Yogyakarta kepada masyarakat dan wisatawan.

"Keterlibatan UMKM lokal juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian, khususnya bagi usaha-usaha kreatif yang tumbuh di Kota Yogyakarta," katanya.

Direktur Utama PT AMI Priyono Bambang Hernowo mengatakan konsep Cultural Creative Park dirancang dengan memadukan unsur budaya, kreativitas, rekreasi, serta aktivitas sosial ekonomi dalam satu kawasan.

Menurut dia, Oase Malioboro tidak hanya ditujukan sebagai tempat rekreasi. Kawasan tersebut juga disiapkan menjadi ruang komunal yang dapat mempertemukan masyarakat, wisatawan, komunitas, hingga pelaku ekonomi kreatif.

"Dengan pendekatan tersebut, kawasan ini diharapkan dapat menjadi ruang interaksi sekaligus tempat bagi masyarakat untuk mengenal, menikmati, dan mengembangkan berbagai bentuk ekspresi budaya," katanya.

Pemkot Yogyakarta berharap pengembangan ruang kolaborasi semacam itu dapat memperkuat karakter pariwisata kota yang bertumpu pada budaya dan kreativitas masyarakat. Pada saat yang sama, keterlibatan komunitas serta UMKM diharapkan memperluas manfaat ekonomi dari aktivitas pariwisata bagi masyarakat lokal.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.