Investasi Jakarta Tembus Rp249,3 Triliun, Pramono Bidik 20 Besar Kota Global pada 2045

Senin, 02 Nov 2026, 18:25 WIB

JAKARTA - Realisasi investasi di Jakarta mencapai Rp249,3 triliun sepanjang Januari hingga September 2026. Capaian tersebut menempatkan Jakarta sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi secara nasional, dengan kontribusi sekitar 16,2 persen terhadap total investasi Indonesia.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berupaya menjaga tren positif tersebut dengan memperkuat kolaborasi bersama investor dan pelaku usaha. Langkah ini diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan daya saing Jakarta dalam mencapai target 20 besar kota global pada 2045.

Ket. Foto: Realisasi investasi di Jakarta mencapai Rp249,3 triliun sepanjang Januari hingga September 2026. Capaian tersebut menempatkan Jakarta sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi secara nasional, dengan kontribusi sekitar 16,2 persen terhadap total investasi Indonesia. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan hal tersebut dalam acara High Tea Reception East Ventures x Jakarta City Government di Balairung, Balai Kota Jakarta, Senin (2/11). Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperluas jejaring investasi sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah daerah, komunitas investor, dan ekosistem perusahaan rintisan atau startup.

Pramono mengatakan Jakarta memiliki fondasi ekonomi yang kuat untuk terus berkembang sebagai pusat bisnis dan investasi. Hal itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi Jakarta pada triwulan II 2026 yang mencapai 5,52 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen.

Selain pertumbuhan ekonomi, Jakarta juga memberikan kontribusi sekitar 16,32 persen terhadap perekonomian Indonesia. Menurut Pramono, capaian tersebut menunjukkan posisi strategis Jakarta dalam menopang aktivitas ekonomi nasional.

"Kinerja ekonomi Jakarta masih kuat, hal ini terbukti dari pertumbuhan ekonomi triwulan II tahun 2026 yakni 5,52 persen, di atas nasional 5,29 persen. Kemudian kontribusi terhadap perekonomian Indonesia yang sekitar 16,32 persen," ujarnya.

Meski demikian, Pramono menegaskan peningkatan investasi tidak hanya berorientasi pada besarnya nilai penanaman modal. Investasi juga diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Untuk memperluas peluang tersebut, Pemprov DKI Jakarta menawarkan sejumlah sektor strategis kepada calon investor. Bidang yang menjadi perhatian meliputi transportasi terintegrasi, pengembangan kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD), pengelolaan air dan sampah, ketahanan pesisir, kendaraan listrik, kesehatan, pariwisata, hingga infrastruktur digital.

"Fokusnya bukan hanya besar nilainya. Peluang investasi Jakarta sangat luas, mulai dari transportasi terintegrasi, kawasan berorientasi transit, air dan sampah, ketahanan pesisir, kendaraan listrik, kesehatan, pariwisata, hingga infrastruktur digital," ungkapnya.

Selain membuka peluang di berbagai sektor, Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat kemudahan perizinan dan layanan investasi terpadu. Upaya tersebut dilakukan untuk menciptakan iklim usaha yang kondusif sekaligus memberikan kepastian bagi investor yang ingin menanamkan modal di Jakarta.

Dalam kesempatan itu, Pramono juga menyoroti peran East Ventures dalam mengembangkan ekosistem bisnis dan teknologi. Menurutnya, perusahaan modal ventura tersebut dapat menjadi penghubung bagi startup, talenta digital, dan UMKM Jakarta untuk memperoleh akses permodalan, teknologi, serta jaringan bisnis internasional.

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan East Ventures diharapkan membuka lebih banyak kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk mengembangkan bisnis. Dengan dukungan akses dan jaringan yang lebih luas, UMKM serta perusahaan rintisan di Jakarta diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan menjangkau pasar yang lebih besar.

"Kami sangat berharap mudah-mudahan kerja sama dengan East Ventures ini bisa dilakukan dengan baik-baik. Tentunya kami dengan senang hati membuka diri untuk bisa bekerja sama dengan East Ventures," katanya.

Pramono menambahkan, penguatan kemitraan dengan sektor swasta menjadi salah satu bagian penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang kompetitif, inovatif, dan berkelanjutan. Pemprov DKI Jakarta menargetkan ibu kota dapat masuk dalam jajaran 20 besar kota global dunia pada 2045.

Di luar investasi langsung, penyelenggaraan kegiatan berskala internasional juga dinilai memiliki kontribusi terhadap perputaran ekonomi Jakarta. Konser musik, festival, dan ajang olahraga dapat menggerakkan berbagai sektor, mulai dari pariwisata, perhotelan, kuliner, transportasi, hingga UMKM.

Pramono mencontohkan sejumlah kegiatan yang telah diselenggarakan di Jakarta dan menghasilkan dampak ekonomi dalam jumlah besar. Konser The Weeknd dan Pestapora disebut memberikan dampak sekitar Rp250 miliar, YE Live in Jakarta sekitar Rp450 miliar, sedangkan Jakarta Running Festival mencapai sekitar Rp175 miliar.

"Event internasional juga menjadi penggerak ekonomi kota. The Weeknd dan Pestapora sekitar Rp250 miliar, YE Live in Jakarta sekitar Rp450 miliar, dan Jakarta Running Festival sekitar Rp175 miliar. Dampaknya ini ikut dirasakan sektor pariwisata, hotel, kuliner, dan UMKM," ujar Pramono.

Sementara itu, Co-Founder dan Managing Partner East Ventures, Wilson Cuaca, mengapresiasi keterbukaan Pemprov DKI Jakarta dalam membangun komunikasi dengan komunitas investor. Ia menilai dialog antara pemerintah dan pelaku investasi penting untuk memperkuat kepercayaan serta memperluas peluang bisnis di Indonesia.

Wilson juga menyebut Jakarta memiliki posisi penting sebagai pusat aktivitas bisnis nasional sekaligus pintu masuk bagi investor yang ingin mengenal potensi pasar Indonesia. Menurutnya, sejarah panjang Jakarta turut memperkuat posisi kota tersebut dalam perjalanan ekonomi dan investasi Tanah Air.

"Jakarta itu punya sejarah yang benar-benar panjang ya, dan tahun ini memperingati 499 tahun, tahun depan lima lima abad, bayangkan itu perjalanan yang sangat panjang sekali. Jadi, semuanya tahu bahwa kalau investasi di Indonesia harus melewati Jakarta," ujar Wilson.

Acara tersebut turut dihadiri Advisor East Ventures Indonesia, Triawan Munaf, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Melalui penguatan kerja sama dengan investor dan pelaku usaha, Pemprov DKI Jakarta berharap capaian investasi dapat terus meningkat sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

  • Pemprov DKI Jakarta
  • Gubernur DKI Pramono Anung
  • ekonomi jakarta
  • UMKM Jakarta
  • Investasi Jakarta
  • Jakarta Kota Global
  • Pertumbuhan Ekonomi Jakarta

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.