Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IQAir: Waspadai Polusi Jakarta

📅 Rabu, 21 Okt 2026, 15:38 WIB | Oleh:
IQAir: Waspadai Polusi Jakarta Doc: RSUD Meuraxa

JAKARTA - Kualitas udara Jakarta kembali berada dalam kategori tidak sehat pada Rabu (21/10) pagi. Kondisi tersebut menjadi perhatian, karena konsentrasi partikel berbahaya PM2.5 tercatat jauh melampaui nilai panduan tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Berdasarkan data pemantauan kualitas udara IQAir pada pukul 07.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) Jakarta mencapai angka 162.

"Kualitas udara ibu kota dalam kategori tidak sehat, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan," kata laporan IQAir dalam keterangannya.

Konsentrasi polutan PM2.5 di Jakarta, dalam laporan IQAir, tercatat sebesar 71 mikrogram per meter kubik. Jumlah tersebut, setara dengan 14,2 kali nilai panduan rata-rata tahunan WHO yang ditetapkan sebesar 5 mikrogram per meter kubik.

"PM2.5 merupakan partikel polusi berukuran sangat kecil, yakni memiliki diameter tidak lebih dari 2,5 mikrometer. Partikel ini dapat berasal dari berbagai sumber pencemaran udara, termasuk asap, debu halus, dan jelaga hasil proses pembakaran," ucap IQAir.

Ukuran partikel yang sangat kecil, memungkinkan PM2.5 masuk hingga ke bagian dalam sistem pernapasan manusia. Paparan dalam jangka panjang juga berkaitan dengan peningkatan risiko gangguan kesehatan serius, terutama pada penderita penyakit jantung dan paru-paru kronis.

Memburuknya kualitas udara Jakarta, membuat masyarakat perlu membatasi kegiatan di luar ruangan, khususnya aktivitas fisik yang berat. Penggunaan masker dengan kemampuan filtrasi partikel halus juga dianjurkan untuk mengurangi risiko menghirup polutan berbahaya.

Selain menggunakan masker, warga disarankan menutup jendela ketika tingkat pencemaran udara sedang tinggi. Pemanfaatan alat penyaring udara (air purifier) dapat menjadi langkah tambahan untuk membantu menjaga kualitas udara di dalam ruangan.

Dalam pemeringkatan kualitas udara sejumlah kota di Indonesia, Jakarta tercatat menempati posisi keempat dengan indeks 162. Posisi tersebut, berada di bawah Palembang, Sumatera Selatan, Tangerang Selatan, Banten, dan Pontianak, Kalimantan Barat.

Palembang tercatat memiliki indeks kualitas udara tertinggi dalam daftar tersebut, yakni mencapai 1.130, disusul Tangerang Selatan dengan angka 172. Sementara itu, Pontianak berada pada angka 170 atau sedikit lebih tinggi dibandingkan Jakarta.

Kondisi pencemaran udara ini menjadi pengingat pentingnya memantau kualitas udara sebelum menjalankan aktivitas sehari-hari. Masyarakat, terutama anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan, perlu lebih berhati-hati ketika konsentrasi polutan meningkat. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta

Waooww…Papua Akan Memiliki 3.800 Hektare Sawah

55 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Waooww…Papua Akan Memilik...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.