Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Museum Bahari Kenalkan Kekayaan Nusantara Lewat Pagelaran Seni Budaya

1 Minggu, 01 Nov 2026, 08:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
Museum Bahari Kenalkan Kekayaan Nusantara Lewat Pagelaran Seni Budaya Museum Bahari Kenalkan Kekayaan Nusantara Lewat Pagelaran Seni Budaya Doc: Beritajakarta
Ket. Pergelaran Seni Budaya Nusantara Indonesia yang menampilkan beragam lagu dan tarian tradisional digelar di Museum Bahari Jakarta, Jakarta Utara, Sabtu (31/10).

JAKARTA - Pergelaran Seni Budaya Nusantara Indonesia yang menampilkan beragam lagu dan tarian tradisional digelar di Museum Bahari Jakarta, Jakarta Utara, Sabtu (31/10).

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya memperkenalkan kekayaan seni budaya Indonesia kepada masyarakat, khususnya generasi muda, sekaligus mendorong pemanfaatan museum sebagai ruang publik untuk berekspresi dan berkreasi.

Sebanyak 80 penari dari Sanggar Cahaya Seni Budaya dan Sanggar Purnama Kreasi Nusantara turut ambil bagian, masing-masing beranggotakan 40 orang. Peserta berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak berusia lima tahun hingga orang dewasa.

Pergelaran ini turut menghadirkan special performance dari Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati, serta Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, Marulina Dewi.

Pembina Sanggar Cahaya Seni Budaya dan Purnama Kreasi Nusantara, Triyadi Purnomo mengatakan, kegiatan ini bertujuan memperkenalkan seni budaya Nusantara kepada generasi muda agar keberadaannya tetap lestari dan dapat terus dikembangkan.

“Tujuan lainnya, agar masyarakat mengenal Museum Bahari sebagai tempat sejarah dan cagar budaya yang harus kita kunjungi dan ketahui,” ujarnya.

Ia menyampaikan, para penari membawakan beragam tarian tradisional dari sejumlah daerah di Indonesia, di antaranya Kalimantan, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Betawi, Papua, dan Bali. Keberagaman penampilan tersebut menjadi gambaran kekayaan seni budaya Nusantara yang perlu terus diperkenalkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Triyadi menjelaskan, pergelaran seni budaya tersebut merupakan penyelenggaraan ketiga kalinya di Museum Bahari. Ia berharap, selain menjadi wadah bagi para pelaku seni untuk menampilkan kemampuan mereka, kegiatan ini dapat meningkatkan kunjungan wisata ke museum sekaligus memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada wisatawan mancanegara.

“Harapannya, seluruh masyarakat, baik generasi muda maupun generasi lainnya, dapat mencintai seni budaya, tidak hanya budaya Jakarta, tetapi juga seluruh Indonesia. Apalagi dalam menyambut lima abad Jakarta, kita harus bersama-sama mengembangkan seni budaya untuk menyambut tamu-tamu yang datang ke Jakarta,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala UP Museum Kebaharian Jakarta, Mis Ari, menyambut baik penyelenggaraan kegiatan seni budaya di lingkungan museum.

Menurutnya, museum tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan, merawat, dan memamerkan koleksi sejarah, tetapi juga perlu dikembangkan menjadi ruang publik yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk berekspresi melalui berbagai karya seni dan budaya.

“Sudah seharusnya museum naik kelas menjadi ruang bagi publik untuk berekspresi dalam berbagai karya seni dan budaya. Di situlah peran dan fungsi museum sebagai tempat edukasi dan rekreasi. Jadi, nilainya tidak hanya sejarah, tetapi juga nilai rekreasinya perlu lebih ditingkatkan,” ucapnya.

Ia mengatakan, kolaborasi antara museum dan sanggar seni dapat memberikan manfaat bagi kedua pihak. Kehadiran pertunjukan seni menjadi daya tarik tambahan bagi pengunjung, sehingga mereka tidak hanya mempelajari koleksi museum, tetapi juga dapat menikmati berbagai pertunjukan budaya.

“Terlebih, Museum Bahari yang berada di Jakarta memiliki potensi menjadi ruang representasi keberagaman Indonesia melalui sajian seni dari berbagai daerah. Tidak saja budaya Betawinya tetapi seni dan budaya dari berbagai penjuru Indonesia itu bisa disajikan juga,” jelasnya.

Salah satu penari dari Sanggar Cahaya Seni Budaya, Silvia Akela Putri (15), yang membawakan Tari Kembang Mekar dari Betawi, mengaku senang dapat tampil di Museum Bahari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
BMKG: Jakarta Diprediksi Ak...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.