Mengandalkan Partisipasi Masyarakat dalam Menangani Persoalan Sampah
Minggu, 01 Nov 2026, 23:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Purwakarta - Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat mengandalkan partisipasi masyarakat dalam menangani persoalan sampah menyusul tingginya produksi sampah di daerah tersebut.
Sekda Purwakarta Sri Jaya Midan, dalam keterangannya di Purwakarta, Minggu, menyampaikan, persoalan sampah di Purwakarta membutuhkan perhatian serius.
Ia menyebutkan hingga saat kini tercatat volume timbulan sampah di Purwakarta cukup tinggi, mencapai 410,73 ton per hari.
Tingginya volume sampah tersebut diakui menjadi tantangan tersendiri. Persoalan itu tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
"Pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya, terutama dari rumah tangga. Karena itu, kesadaran dan partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat dan berkelanjutan," katanya.
Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Purwakarta terus memperkuat upaya penanganan sampah melalui peningkatan partisipasi masyarakat.
Sebagai langkah konkret, katanya, Pemkab Purwakarta tengah mengoptimalkan Gerakan Berkah Sampah untuk Purwakarta Istimewa.
Program ini diarahkan untuk membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik melalui tiga langkah utama. Di antaranya mendorong pemilahan sampah sejak dari rumah tangga melalui pengembangan dan penguatan Bank Sampah.
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi sampah yang tercampur sekaligus meningkatkan nilai guna sampah yang masih dapat dimanfaatkan.
Kemudian mengembangkan ekonomi sirkular dan kegiatan daur ulang agar sampah tidak semata-mata dipandang sebagai limbah, tetapi juga berpotensi menjadi sumber daya ekonomi bagi masyarakat.
Lalu langkah ketiga ialah membentuk Bank Sampah Unit di setiap desa dan kelurahan. Upaya tersebut akan didukung optimalisasi Bank Sampah Induk, pengembangan tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R), serta modernisasi TPA Cikolotok dari sistem open dumping menuju sistem sanitary landfill modern.
"Melalui langkah-langkah tersebut, kami berharap penanganan sampah dapat dilakukan secara lebih terintegrasi, mulai dari tingkat rumah tangga hingga tempat pemrosesan akhir," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!