Kumpulkan 250 Anggota Kadin di Hambalang, Presiden Prabowo Minta Kadin Jadi Mitra Strategis Pemerintah
Minggu, 01 Nov 2026, 09:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Instagram @sekretariat.kabinet
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menerima 250 anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dari seluruh Indonesia serta sekitar 400 peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/10).
Berdasarkan unggahan Instagram Sekretariat Kabinet dikutip di Jakarta, Sabtu, pertemuan tersebut diawali dengan laporan Ketua Umum Kadin Anindya Bakrie yang menyampaikan sejumlah hasil Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin 2026 kepada Presiden Prabowo.
Dalam laporannya, Anindya menyampaikan bahwa Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai hampir Rp2.000 triliun selama dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo.
Capaian tersebut dinilai mencerminkan meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global.
Selain itu, investasi domestik yang melibatkan pengusaha kelas menengah turut berperan dalam memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia menghadapi berbagai tantangan global.
Anindya juga menyampaikan komitmen dunia usaha untuk mendukung pengembangan industri masa depan, khususnya sektor kendaraan listrik, energi terbarukan dan pusat data.
Pengembangan industri tersebut dinilai memiliki potensi besar dalam meningkatkan penggunaan komponen lokal sekaligus memperkuat kapasitas industri nasional.
Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo meminta Kadin Indonesia tidak hanya menjadi organisasi pengusaha, tetapi juga mitra strategis negara dalam memperkuat kemandirian dan kedaulatan ekonomi nasional.
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) RI sekaligus Ketua Ke-15 MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan arahan Presiden harus segera ditindaklanjuti dengan langkah konkret oleh dunia usaha.
"Presiden menghendaki Kadin tidak hanya menjadi organisasi para pengusaha, melainkan mitra strategis negara dalam membangun Indonesia yang mandiri, tangguh dan berdaulat secara ekonomi. Harapan tersebut harus dijawab dengan kerja nyata, investasi produktif, penguatan UMKM, hilirisasi, serta perluasan pasar ekspor," ujar Bamsoet dalam keterangan di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, dunia usaha diharapkan semakin aktif membuka lapangan kerja, memperkuat industri nasional, meningkatkan investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Bamsoet menilai dunia usaha memiliki alasan kuat untuk tetap optimistis terhadap perekonomian nasional. Ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen pada semester I-2026, sementara pertumbuhan triwulan II-2026 mencapai 5,29 persen secara tahunan. Inflasi September 2026 juga terkendali pada 3,28 persen.
Pertemuan Presiden Prabowo dengan jajaran Kadin dan peserta P3MDI tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara pemerintah, dunia usaha, serta calon pemimpin masa depan Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!