Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bank Sentral Yaman Bekukan Rekening dan Aset Terkait Houthi

📅 Rabu, 21 Okt 2026, 17:04 WIB | Oleh:
Bank Sentral Yaman Bekukan Rekening dan Aset Terkait Houthi Doc: AFP/SALEH AL-OBEIDI

ISTANBUL - Bank Sentral Yaman memerintahkan sejumlah bank dan perusahaan penukaran mata uang untuk membekukan rekening dan aset milik 135 individu, entitas, dan kapal terkait Houthi yang masuk ke dalam daftar teroris.

Menurut laporan kantor berita SABA, Selasa (20/10), bank sentral Yaman yang berkantor pusat di Aden itu mengeluarkan arahan berdasarkan perintah jaksa agung Yaman tertanggal 19 Oktober, guna membekukan aset milik pihak-pihak yang terkait dengan kelompok Houthi dalam dalam daftar tersebut.

Bank sentral Yaman juga melarang transaksi keuangan dan komersial dengan pihak-pihak yang tercantum dalam daftar, termasuk membuka rekening bank baru atau melakukan transaksi atas nama mereka.

Lembaga keuangan diperintahkan untuk mengidentifikasi dan melaporkan rekening, aset, serta transfer dana milik pihak-pihak yang tercantum dalam daftar tersebut kepada otoritas intelijen keuangan dan pemberantasan pencucian uang di negara tersebut.

Menurut SABA, daftar tersebut mencakup pejabat politik, militer, dan keamanan Houthi; pengusaha; sebuah perusahaan; serta lima kapal tanker minyak yang diidentifikasi oleh otoritas Yaman sebagai kapal penyelundup.

Bank sentral Yaman tidak mengungkapkan nama-nama pihak yang tercantum dalam daftar.

Sebelumnya, pada 11 Oktober, Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional menyetujui rancangan undang-undang (RUU) yang menetapkan Houthi sebagai "organisasi teroris" serta mengkriminalisasi kegiatan dan pendanaan kelompok tersebut.

Pemerintah juga menyerukan agar prosedur hukum dan konstitusional yang diperlukan untuk mengesahkan undang-undang tersebut segera diselesaikan.

Keputusan tersebut diambil di tengah meningkatnya ketegangan antara kelompok Houthi dan pasukan yang bersekutu dengan Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, yang didukung oleh koalisi pimpinan Arab Saudi.

Yaman telah dilanda konflik sejak 2014, ketika kelompok Houthi merebut Ibu Kota Sanaa dan sebagian besar wilayah utara. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

MALIQ & D’Essentials Rilis Single “Arah Labuh”

15 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
MALIQ & D’Essentials Rili...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

Potensi Tsunami hingga 15 Meter di Cilacap, BMKG Perkuat Edukasi dan Simulasi Evakuasi

21 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.