- Home
-
- Luar Negeri
-
- AS Pilih Pakistan untuk Me...
AS Pilih Pakistan untuk Mendeportasi Pengungsi Afghanistan
Minggu, 01 Nov 2026, 21:29 WIBANKARA - Pemerintahan Presiden AS Donald Trump dilaporkan tengah bersiap mendeportasi pengungsi Afghanistan ke Pakistan mulai Senin (2/11), meski muncul kekhawatiran mereka akhirnya dapat dikembalikan ke Afghanistan di bawah pemerintahan Taliban.
Menurut NBC News, penerbangan deportasi tersebut belum diumumkan secara resmi. Namun, kelompok pembela hak dan keluarga para pengungsi yang ditahan mengatakan penerbangan itu dapat berlangsung dalam beberapa hari mendatang.
Rencana tersebut muncul di tengah ketidakpastian mengenai nasib pengungsi Afghanistan yang ditempatkan di Camp As Sayliyah, Qatar. Pemerintah AS telah berulang kali memperpanjang tenggat pemindahan mereka.
Departemen Luar Negeri AS sebelumnya mengumumkan seluruh penghuni fasilitas tersebut akan dipindahkan paling lambat 31 Maret 2026. Namun, tenggat itu kemudian diperpanjang hingga 30 September 2026.
Pada September 2026, pemerintahan Trump kembali menunda penutupan kamp tersebut selama sembilan bulan, menurut laporan itu.
Awal tahun ini, pemerintahan Trump juga sempat mempertimbangkan pemindahan pengungsi Afghanistan dari Camp As Sayliyah ke Republik Demokratik Kongo, ketika wabah Ebola dilaporkan terjadi di negara tersebut.
Kemungkinan deportasi ke Pakistan memicu kekhawatiran kelompok pembela hak dan keluarga para pengungsi mengenai keselamatan mereka serta risiko akhirnya dikembalikan ke Afghanistan.
AfghanEvac, organisasi yang mengadvokasi pengungsi Afghanistan, mengkritik rencana deportasi yang dilaporkan tersebut dalam pernyataan pada Jumat.
Kelompok itu menuduh pemerintahan Trump menyiapkan penerbangan tersebut ketika perhatian publik tertuju pada pemilu sela AS yang akan datang.
"Kami berharap tidak ada yang memperhatikan," kata AfghanEvac, menurut media tersebut.
"Pemerintah tidak akan mengatakan ke mana penerbangan-penerbangan ini mendarat karena mereka tahu apa yang terjadi kepada orang-orang di dalamnya setelah mereka tiba," kata kelompok itu.
"Jika pemerintah yakin dengan apa yang dilakukannya, pemerintah tidak akan menyembunyikannya," tambah AfghanEvac.
Penerbangan yang dilaporkan itu akan berlangsung setelah berbulan-bulan ketidakpastian mengenai masa depan pengungsi Afghanistan di fasilitas Qatar tersebut.
Pemerintahan Trump masih mempertimbangkan berbagai pengaturan untuk memindahkan para pengungsi dari fasilitas itu.
Tujuan dan waktu penerbangan yang diusulkan tersebut belum dikonfirmasi secara resmi. Ant
- Afghanistan
- Pengungsi
- pakistan
- deportasi
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
Pemprov Jakarta Mendorong Warga Membiasakan Diri ke Museum
-
MAXStream TV Padukan AI dan Sentuhan Kreatif Manusia dalam Film “Rahasia Pernikahan.”
-
Basket NBA: Tyrese Maxey Rampil Gemilang, 76ers Rusak Pesta Pembukaan Musim Knicks
-
BBC Tutup 3 Saluran Televisi dan Radio Guna Hemat Anggaran 500 Juta Poundsterling
-
Menkomdigi Meutya Hafid Cek Kesiapan Jaringan Telekomunikasi MotoGP Mandalika 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.