• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Tak Hanya Menegangkan, Fil...

Tak Hanya Menegangkan, Film Putri Jangan Gentayangan Lagi Punya Pesan Edukasi untuk Remaja

Sabtu, 31 Okt 2026, 02:00 WIB

JAKARTA - Rumah produksi MVP Pictures menyatakan film "Putri Jangan Gentayangan Lagi" ditujukan menjadi sarana edukasi bagi remaja.

Produser Raam Punjabi dari MVP Pictures mengatakan edukasi tersebut disampaikan lewat pengenalan dinamika komunikasi di dalam keluarga saat ini, batasan pergaulan dengan lawan jenis, dan dampak jangka panjang dari tindakan impulsif berdasarkan kisah nyata keluarga Amanda Rizky Saputri (Putri).

Ket. Foto: Produser Raam Punjabi (kedelapan kiri) saat menghadiri pemutaran khusus film "Putri Jangan Gentayangan Lagi" di bioskop kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (30/10). — Sumber: Antara foto

Raam mengapresiasi tokoh asli Mak Eli karena mempercayakan kisah dengan nilai-nilai relevan terhadap tantangan pengasuhan di era generasi modern itu untuk diproduksi menjadi film berkolaborasi dengan Folago Pictures, PK Films, dan SHOW Token.

"Mak Eli mengalami situasi tersebut sehingga memberikan contoh kepada kita semua bahwa mendidik anak bukanlah hal yang mudah, apalagi dalam generasi Z ini, semua punya pemikiran sendiri. Tapi kita (sebagai orang tua) tidak boleh lepas dari tanggung jawab kita, tetap memberikan pengarahan yang benar," kata Raam di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, keyakinan penuh terhadap kolaborasi tim menjadi modal utama untuk mengeksekusi cerita emosional itu ke layar lebar agar pesan edukasinya dapat tersampaikan dengan baik kepada penonton, selain untuk menghibur.

Raam menyoroti penggambaran dialog dan penokohan dari sutradara Rizal Mantovani serta penulis skenario Alim Sudio yang dinilainya berhasil menerjemahkan tujuannya tersebut lewat pendekatan pengarahan adegan yang ditampilkan di layar lebar.

Sutradara film "Putri Jangan Gentayangan Lagi", Rizal Mantovani, menjelaskan bahwa pendekatan penyutradaraannya difokuskan pada keseimbangan antara tragedi kisah nyata keluarga dengan dramaturgi horor supranatural.

"Ceritanya mengenai tragedi keluarga digabungkan dengan supranatural dan dia diangkat dari kisah nyata ya. Jadi dia diangkat dari kombinasi itulah yang membuat kami merasa yang ditawarkan itu sebuah cerita yang khas," kata Rizal.

Sementara itu, aktris Denisha Wahyuni yang berperan sebagai Alana dalam film ini berharap kisahnya dapat menjadi petunjuk bagi anak usia SMA yang masih labil di masa sekarang agar lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan.

"Jadi, semoga dari film ini, teman-teman semua juga bisa mengambil pelajaran. Jadi, untuk berhati-hati dalam melakukan sesuatu, karena bisa berdampak sangat panjang ke depannya, gitu," kata Denisha.

Aktor Fadi Alaydrus yang memerankan tokoh Wira juga menilai film "Putri Jangan Gentayangan Lagi" dapat menjadi sarana masuk awal untuk edukasi bagi remaja perempuan tentang lawan jenis (sex).

"Eh, dan pesannya setelah aku menonton film ini, aku mempunyai harapan semoga film horor ini juga bisa menjadi saran edukasi di Indonesia, karena kita tahu betul jarang sekali ada tentang itu, dan mungkin dari sini bisa menjadi eh sarana masuk awalnya untuk eh apalagi untuk anak perempuan," ujarnya.

Putri Jangan Gentayangan Lagi dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 5 November 2026.

Film berdurasi 104 menit garapan sutradara Rizal Mantovani dengan skenario yang ditulis oleh Alim Sudio ini diangkat dari kisah nyata tragis almarhumah Putri yang sebelumnya viral melalui platform siniar Lentera Malam yang dipandu oleh Jamaluddin Darris hingga ditonton lebih dari 25 juta kali di YouTube.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.