Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perum Bulog Papua Perketat Pengawasan Distribusi Beras SPHP

31 Sabtu, 31 Okt 2026, 22:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perum Bulog Papua Perketat Pengawasan Distribusi Beras SPHP Perum Bulog Papua Perketat Pengawasan Distribusi Beras SPHP Doc: ANTARA
Ket. ulog Papua melaksanakan sidak di Pasar Sentral Hamadi, Kota Jayapura, Sabtu (31/10/2026).

JAYAPURA – Perum Bulog Kantor Wilayah Papua melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Sentral Hamadi, Kota Jayapura, guna memperketat pengawasan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan mencegah penyalahgunaan hingga praktik pengoplosan beras bersubsidi.

Pemimpin Perum Bulog Kanwil Papua Chairul Mazhar, di Jayapura, Sabtu (31/10), mengatakan pelaksanaan sidak tersebut menyusul adanya kasus penyalahgunaan beras SPHP dalam skala besar di Pulau Jawa yang menjadi perhatian nasional.

"Kondisi tersebut mendorong Bulog memperkuat pengawasan sekaligus membangun koordinasi dengan para pedagang dan pengecer," katanya.

Menurut Chairul, pengawasan distribusi SPHP menjadi perhatian serius karena beras tersebut merupakan bagian dari program pemerintah yang menggunakan uang negara, sehingga seluruh pihak yang terlibat dalam rantai distribusi harus memahami tanggung jawab masing-masing.

"Di setiap karung beras ada uang negara sehingga kami harus pahami bahwa pengawasan ini bukan hanya tugas Bulog, tetapi juga teman-teman pengecer," ujarnya.

Dia menjelaskan hasil pemantauan terhadap sejumlah toko dan pedagang di Jayapura menunjukkan distribusi beras SPHP sejauh ini berjalan dengan baik dengan beras yang diterima pedagang dari Bulog langsung dijual kepada konsumen akhir.

"Namun, untuk memperkuat pengawasan dan memastikan beras tidak kembali disalahgunakan, kami meminta pedagang menggunting bagian ujung karung SPHP, setelah beras dibeli konsumen," katanya lagi.

Dia menambahkan langkah tersebut menjadi penanda bahwa beras telah sampai kepada pengguna akhir, sekaligus mencegah karung digunakan kembali dalam praktik yang tidak sesuai ketentuan.

Di sisi lain, pihaknya juga memastikan pasokan beras SPHP untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Jayapura tetap tersedia di mana Bulog menyiapkan sekitar 35 hingga 50 ton beras kemasan lima kilogram setiap hari untuk mendukung kelancaran distribusi.

"Kami berharap pengawasan dan kerja sama antara Bulog dengan pedagang dapat terus diperkuat, agar penyaluran beras SPHP berjalan sesuai aturan, tepat sasaran, serta tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan melalui praktik penyimpangan," ujarnya.

Dengan demikian, program stabilisasi pasokan dan harga pangan yang dijalankan pemerintah dapat benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam menjaga keterjangkauan harga beras di Papua.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Daerah
Stok Berkurang, Harga Jual ...
Daerah
Dinas Perdagangan Kota Mata...

Persela Raih Kemenangan Atas Persipura

45 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Persela Raih Kemenangan Ata...
Daerah
Perum Bulog Papua Perketat ...
Advertisement
Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.