Perum Bulog Bentuk Satgas Khusus untuk Awasi Distribusi Beras
Sabtu, 31 Okt 2026, 12:15 WIBJAKARTA - Perum Bulog membentuk Satuan Tugas (Satgas) Khusus untuk mengawasi distribusi beras pemerintah melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) di seluruh Indonesia. Langkah ini merupakan tindak lanjut penangkapan oknum yang diduga menyalahgunakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan mengemas ulang dalam kemasan 50 kilogram.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan satgas khusus ini mulai bekerja Jumat (30/10) dengan melibatkan seluruh pimpinan wilayah dan kantor cabang. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan beras SPHP maupun beras bantuan tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi atau komersial yang tidak sesuai ketentuan.
"Satgas Khusus ini juga berjalan mulai hari ini, dilaksanakan secara serentak seluruh tanah air. Jadi, seluruh pimpinan cabang, pimpinan wilayah setanah air juga melaksanakan pengecekan ke seluruh RPK-RPK," ujar dia di Jakarta, Jumat.
Ia memperkirakan sekitar 2.000 RPK diperiksa pada hari pertama. Estimasi tersebut berdasarkan sekitar 554 kantor cabang Bulog dengan target pemeriksaan empat RPK di setiap cabang.
Selain memeriksa jaringan RPK, Bulog juga mengevaluasi mekanisme pemesanan dan pelaporan penjualan beras SPHP. Dirut Bulog mengakui sistem Klik SPHP masih memiliki sejumlah kelemahan yang perlu diperbaiki untuk menutup peluang penyalahgunaan beras pemerintah.
"Program Klik SPHP itu masih ada titik-titik lemahnya. Nah titik-titik lemahnya ini nanti kami akan evaluasi," kata dia.
Ia juga menyoroti kewajiban pelaporan penjualan oleh mitra RPK yang selama ini belum berjalan optimal. Mitra diminta melaporkan penjualan, termasuk pihak yang menerima beras SPHP.
"Setelah dijual, itu jarang sekali teman-teman RPK yang melaporkan penjualannya ke mana. Nah ini yang akan kami tekankan kembali," ujar dia.
Dalam pelaksanaan Satgas Khusus, Dirut Bulog bersama jajaran turut mengecek dua hingga tiga RPK di Jakarta secara acak. Pemeriksaan meliputi proses pemesanan, ketersediaan produk, hingga mekanisme penjualan kepada masyarakat.
Berdasarkan hasil pengecekan tersebut, ia menyatakan tidak menemukan kejanggalan pada RPK yang dikunjungi. Seluruh mitra yang diperiksa dinilai telah menjalankan prosedur sesuai ketentuan.
Sementara itu, pemilik RPK Dapur Budhe di Kramat Jati, Imron, mengatakan pemesanan beras SPHP dan Minyakita melalui Bulog selama ini berjalan lancar. Ia menyebut kedua komoditas tersebut dipasarkan kepada masyarakat, termasuk pelaku usaha kecil.
"Kalau untuk dua macam barang itu, SPHP sama Minyakita, kita lancar. Jadi kalau untuk order pesanannya enggak ada masalah," kata Imron.
Adapun pemilik RPK Master Jaya di Duren Sawit, Iding, menyebut pemesanan beras SPHP dapat mencapai sekitar empat ton setiap minggu. Ia juga menilai kualitas pasokan beras yang diterima saat ini sudah baik. ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Buntut 600 Ton Beras SPHP Dioplos, BULOG Bentuk Satgas Khusus Awasi Mitra RPK
-
Hasil Liga Italia: Lazio Menang 3-0 atas Juventus di Stadion Allianz
-
Festival Bandung Photography Month 11 “Reclaim”, Perluas Ruang Pamer Fotografi di Area Publik
-
Dari Lahan hingga Meja Makan, Kolaborasi Perkuat Keberlanjutan Ekosistem Kedelai
-
SMA Negeri 3 Palu Juara 1 Nasional Lomba Cerdas Cermat BPJS Kesehatan.
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.