Pemkab Tabalong Kembangkan Peternak Lokal untuk Kurangi Pasokan Telur dari Luar

Sabtu, 31 Okt 2026, 23:33 WIB

TABALONG – Pemerintah Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, mengembangkan peternakan ayam petelur melalui program kluster terintegrasi masyarakat untuk mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah sekaligus memperkuat ekonomi peternak lokal.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKPP) Tabalong Suwandi di Tanjung, Kabupaten Tabalong, Sabtu (31/10), mengatakan program perkembangan ayam petelur sistem kluster terintegrasi masyarakat (Pasti Mas) menyasar peternak lokal melalui bantuan ayam siap bertelur dan pakan.

Ket. Foto: Para peternak ayam di Kabupaten Tabalong saat mengikuti sosialisasi program Pasti Mas di Tabalong, Kalimantan Selatan, Sabtu (31/10/2026). — Sumber: ANTARA

"Para peternak dibantu ayam ras petelur yang dewasa dan siap bertelur untuk mengatasi kekurangan telur di Tabalong," kata Suwandi.

Dia menjelaskan kebutuhan telur di Kabupaten Tabalong mencapai sekitar 45 juta butir per tahun, sedangkan produksi peternak lokal baru sekitar tujuh juta butir sehingga masih terdapat kekurangan pasokan sekitar 38 juta butir setiap tahun.

Melalui program Pasti Mas, pemerintah daerah menyalurkan 1.500 ayam petelur kepada peternak dengan dukungan pakan untuk memenuhi kebutuhan awal pemeliharaan selama dua bulan hingga ayam mencapai puncak produksi.

"Pakan dua bulan tersebut dipastikan akan mencapai puncak produksi telur ayam ras," ujar Suwandi.

Dari pengembangan populasi tersebut, DKPP Tabalong menargetkan produksi tambahan sekitar 1.200 butir atau setara 75 kilogram telur per hari sehingga dapat memperbesar kontribusi peternak lokal dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Program pengembangan peternakan tersebut menyasar empat peternak di Desa Pampanan, Desa Halangan Kecamatan Pugaan, serta Desa Bangkiling dan Desa Banua Lawas di Kecamatan Banua Lawas.

Sementara itu, Ketua DPRD Tabalong Riza Fahlipi menilai peningkatan populasi ayam petelur menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemandirian pangan daerah sekaligus menciptakan peluang usaha dan sumber pendapatan baru bagi masyarakat.

"Harapan kita kebutuhan telur masyarakat tercukupi dari produksi daerah sendiri sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari luar dapat dikurangi," kata Riza.

Selain memperkuat usaha peternakan rakyat, peningkatan produksi telur lokal diharapkan membantu menjaga stabilitas harga pangan, mengendalikan inflasi daerah, serta mendukung pemenuhan kebutuhan protein masyarakat sebagai bagian dari upaya percepatan penurunan stunting.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.