Pemerintah Kabupaten Nabire Perketat Pengawasan Penyaluran BBM Subsidi di Lagari

Sabtu, 31 Okt 2026, 23:38 WIB

NABIRE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire memperketat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kampung Lagari, Distrik Makimi, setelah ditemukan dugaan penyimpangan distribusi solar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Nabire, Yulianus Passang, di Nabire, Papua Tengah, Sabtu (31/10), mengatakan dugaan penyimpangan distribusi solar tersebut ditemukan saat dirinya melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPBU Lagari.

Ket. Foto: Sekda Nabire Yulianus Passang. — Sumber: ANTARA

“SPBU sudah mendapat distribusi solar siang hari tapi tidak langsung dibuka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Nanti malam baru diberikan kepada truk-truk khusus untuk muat drum BBM, sehingga tidak ada masyarakat yang dapat BBM solar bersubsidi itu,” katanya pula.

Ia mengatakan, modus penyaluran tersebut membuat masyarakat yang membutuhkan solar untuk kegiatan produktif kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi.

Solar diduga disalurkan kepada penampung untuk kemudian dijual kepada pihak pengusaha tambang. Atas temuan tersebut, pihaknya sudah langsung melaporkan pada pihak Pertamina.

Selain melaporkan kepada pihak Pertamina, pemerintah memberikan waktu tiga minggu kepada pengelola SPBU untuk membenahi penyaluran.

Jika tidak ada perubahan, pemerintah daerah akan memberikan rekomendasi kepada Pertamina untuk menghentikan pasokan solar bersubsidi ke SPBU tersebut.

“Pertamina menyampaikan, tergantung dari pemerintah daerah, karena kita bisa memberikan rekomendasi untuk menghentikan penyaluran BBM subsidi,” ujarnya.

Atas dasar itu, saat ini Pemkab Nabire secara ketat melakukan pemantauan selama tiga minggu untuk memastikan pengelola SPBU Lagari memperbaiki pola penyaluran solar.

“Apabila dalam tiga minggu kita masih menemukan praktek penyaluran seperti itu, maka kita tegas untuk memberikan rekomendasi penghentian pasokan BBM solar subsidi ke SPBU Lagari,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyaluran solar di Lagari seharusnya mengutamakan kebutuhan masyarakat yang memang berhak menerima, terutama nelayan dan petani.

Nelayan dan petani telah didata agar mereka bisa memperoleh kuota BBM subsidi dan dapat membeli menggunakan jerigen, karena untuk mengisi BBM pada perahu dan traktor.

Pemkab Nabire terus berupaya mengarahkan penyaluran BBM solar subsidi agar tepat sasaran, sehingga manfaat BBM subsidi benar-benar dirasakan masyarakat sesuai peruntukan.

  • Penyaluran BBM Subsidi
  • pemkab nabire

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.