Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lebih Cepat Panen, Masyarakat Kotabaru Mulai Kembangkan Udang Vaname

1 Sabtu, 31 Okt 2026, 23:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Lebih Cepat Panen, Masyarakat Kotabaru Mulai Kembangkan Udang Vaname Lebih Cepat Panen, Masyarakat Kotabaru Mulai Kembangkan Udang Vaname Doc: ANTARA
Ket. Masyarakat Kotabaru mulai kembangkan udang vaname.

KOTABARU – Masyarakat Kotabaru, Kalimantan Selatan, mulai membudidayakan udang vaname (Litopenaeus vannamei), karena lebih cepat panen dibandingkan dengan jenis udang yang lainnya.

Kepala Dinas Perikanan Kotabaru Zaenal Arifin, mengatakan umur udang vaname bisa dipanen cukup dengan waktu 100 hari atau tiga bulan lebih sedikit. Sementara jenis udang windu atau tiger memerlukan waktu sekitar enam bulan baru bisa dipanen.

"Budi daya udang vaneme bisa dilakukan dalam terpal atau sistem bioflok, tidak harus di tambak, sehingga modal usaha dan biaya operasional jauh lebih ringan, dan lebih cepat menghasilkan pendapatan," katanya di Kotabaru, Sabtu(31/10).

Zaenal menjelaskan, masyarakat Kotabaru yang sudah membudidayakan udang vaname kini mulai panen dan menghasilkan.

Sebagian hasil produksinya untuk memenuhi kebutuhan lokal sekitar 30 persen, dan sisanya sekitar 70 persen dikirim ke luar provinsi untuk di ekspor.

"Kita masih belum merinci berapa ton udang vaname hasil budi daya petambak di Kotabaru. namun yang pasti produksi mereka sekitar 30 persen untuk pasar lokal, sisanya ke luar provinsi dan ekspor," kata Zaenal menjelaskan.

Dia mengakui, luas tambak kolam tanah di Kotabaru saat ini sekitar 8.000 ha, namun yang masih aktif hanya sekitar 1.800-2.000 ha saja, karena masuk cagar alam, galangan jebol, saluran tertutup lumpur dan yang lainnya.

Untuk memperbaikinya diperlukan biaya besar, sehingga solusinya agar tetap bisa bertambak adalah menggunakan sistem bioflok.

Seorang petambak udang vaname  Arif, mengatakan tertarik untuk budi daya udang vaname di saat biaya modal dan biaya operasional tambak kolam tanam meningkat drastis.

"Ternyata udang vaname bisa dibudidayakan cukup dengan menggunakan sistem bioflok, dan alhamdulillah hasilnya bagus," katanya.

Dia menjelaskan, kalau kondisinya bagus sekali panen bisa menghasilkan lebih satu ton udang vaname, dan keuntungan sekitar Rp100 juta–Rp150 juta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
Olahraga
Marukawa Jadi Mimpi Buruk P...
Luar Negeri
Peretasan Kripto, Bagaimana...
Luar Negeri
AS, Korea Selatan, dan Jepa...
Advertisement
Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

Tak Lagi Lewat Pertamina: Impor Migas Dialihkan ke Lemigas, Bahlil Pastikan Tak Bebani APBN

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.