Katarak Sering Tak Disadari, Kenali Gejalanya Sebelum Penglihatan Makin Buram.
Sabtu, 31 Okt 2026, 17:03 WIBBanyak masyarakat menganggap penglihatan yang semakin buram sebagai bagian normal dari proses penuaan. Akibatnya, pemeriksaan mata sering kali ditunda hingga keluhan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.
Padahal, menurut dokter mata, kondisi tersebut dapat menjadi tanda katarak yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut.
Dalam podcast KMN EyeCare, Dr. Ricky E. Rooroh, SpM mengungkapkan bahwa salah satu kondisi yang cukup sering ditemui adalah pasien yang baru memeriksakan mata ketika kualitas penglihatannya sudah menurun cukup signifikan.
"Kondisi ini berkembang perlahan sehingga banyak pasien tidak menyadari perubahan yang terjadi pada penglihatannya," jelas Dr. Ricky.
Penglihatan Buram Tidak Selalu Karena Faktor Usia
Bertambahnya usia memang menjadi faktor risiko utama katarak. Namun, penglihatan yang semakin kabur tidak seharusnya langsung dianggap sebagai hal yang normal.
Katarak terjadi ketika lensa mata yang semula jernih menjadi keruh sehingga cahaya tidak dapat masuk secara optimal ke retina. Akibatnya, penglihatan menjadi berkabut, silau, dan semakin sulit digunakan untuk beraktivitas.
Karena prosesnya berlangsung secara bertahap, banyak penderita menyesuaikan diri terhadap penurunan penglihatan tersebut tanpa menyadari bahwa kualitas penglihatannya terus menurun.
Dampak Katarak terhadap Kualitas Hidup
Penurunan penglihatan akibat katarak tidak hanya memengaruhi kemampuan melihat dengan jelas, tetapi juga dapat berdampak pada kualitas hidup secara keseluruhan.
Aktivitas sederhana seperti membaca, mengenali wajah, bekerja di depan layar komputer, hingga berkendara pada malam hari dapat menjadi lebih sulit dilakukan.
Pada usia lanjut, gangguan penglihatan juga dapat meningkatkan risiko jatuh dan cedera akibat berkurangnya kemampuan melihat lingkungan sekitar secara optimal.
Karena itu, deteksi dini katarak menjadi penting agar penanganan dapat dilakukan sebelum kondisi semakin mengganggu aktivitas sehari-hari.
Kapan Harus Memeriksakan Mata?
Dokter mata menyarankan masyarakat untuk tidak menunggu hingga penglihatan sangat terganggu sebelum melakukan pemeriksaan.
Jika mulai muncul keluhan seperti penglihatan kabur, silau berlebihan, sulit melihat pada malam hari, atau merasa kualitas penglihatan menurun dibanding sebelumnya, pemeriksaan mata sebaiknya segera dilakukan.Pemeriksaan mata rutin juga dianjurkan terutama setelah usia 40 tahun, meskipun belum terdapat keluhan yang dirasakan.
Menurut Dr. Ricky, semakin dini kondisi mata diketahui, semakin baik pula perencanaan penanganan yang dapat dilakukan. Dengan deteksi dini dan pemeriksaan mata berkala, kualitas penglihatan dapat dipertahankan lebih optimal sehingga masyarakat tetap dapat menjalani aktivitas dengan nyaman hingga usia lanjut
Redaktur: Yebdi Trismar
Penulis: Yebdi Trismar
Berita Terkait:
-
Hujan Lebat dan Banjir Melanda Nagoya Jepang, Satu Orang Tewas
-
Pengembang Perumahan Perluas Operasi Katarak Gratis ke Bogor, 126 Pasien Terima Manfaat
-
Dibuka Melemah, IHSG Hari Ini Berpotensi Menguat Imbas Kebijakan Otoritas Bursa Merespons MSCI
-
Mahasiswa Asal Malang dan Jember Berhasil Dievakuasi dari Iran, Khofifah: Akan Ada yang Datang Lagi
-
Keren! Banyuwangi Perkuat Pangan Desa Lewat Budidaya Ayam Petelur
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.