- Home
-
- Megapolitan
-
- Primaya Hospital dan Pempr...
Primaya Hospital dan Pemprov DKI Percepat Operasi Katarak, Libatkan 40 Puskesmas
Minggu, 01 Nov 2026, 15:15 WIBJAKARTA â Primaya Hospital Group berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Jakarta menggelar program bakti sosial operasi katarak bertajuk Gerakan Jakarta Bebas Katarak, Bersama Kita Bisa. Program ini ditujukan untuk mempercepat penanganan penderita katarak di Jakarta yang selama ini harus menghadapi antrean operasi hingga satu hingga dua bulan.
Inisiatif yang digelar dalam rangka memperingati World Sight Day 2026 tersebut melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, sejumlah rumah sakit umum daerah (RSUD), puskesmas, serta dokter spesialis mata.
Pada tahap awal pelaksanaan, sebanyak 97 pasien menjalani operasi katarak di RSUD Pasar Minggu. Para pasien tersebut merupakan hasil skrining yang dilakukan di sejumlah RSUD dan Primaya Hospital di wilayah Jakarta.
Program ini juga melibatkan 40 puskesmas untuk melakukan pemeriksaan awal serta sekitar 19 dokter spesialis mata dari Perdami.
Gerakan Jakarta Bebas Katarak digagas oleh Founder Primaya Hospital Group, Prof. Yos E. Susanto, bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, drg. Ani Ruspitawati.
CEO Primaya Hospital Group, Leona A. Karnali, mengatakan program tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara sektor swasta, pemerintah, dan organisasi profesi untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.
Menurut dia, keterlibatan berbagai pihak diperlukan agar akses masyarakat terhadap tindakan medis, khususnya operasi katarak, dapat dipercepat.
âGerakan Jakarta Bebas Katarak, Bersama Kita Bisa merupakan wujud kolaborasi public-private partnership dalam menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat. Hal ini sejalan dengan komitmen Primaya Hospital untuk turut berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat (public health) di Indonesia,â ujar Leona dalam keterangan tertulis, Minggu (1/11/2026).
Ia berharap inisiatif tersebut dapat menjadi contoh sinergi antara rumah sakit swasta, pemerintah, dan asosiasi profesi dalam menghadirkan layanan kesehatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ribuan Penderita Katarak Masih Membutuhkan Penanganan
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, sekitar 3.700 penderita katarak telah teridentifikasi di Jakarta. Sementara itu, pada 2025 terdapat sekitar 11.000 kasus yang menjadi target penanganan, termasuk pasien dari kelompok usia produktif.
Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya kebutuhan layanan operasi katarak, terutama untuk mempercepat penanganan pasien yang telah terdiagnosis tetapi belum mendapatkan tindakan medis.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, drg. Ani Ruspitawati, mengapresiasi keterlibatan Primaya Hospital Group dan Perdami dalam program tersebut.
Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu upaya untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan sekaligus mengurangi waktu tunggu pasien.
âProgram ini menjadi istimewa karena melibatkan berbagai unsur, mulai dari Primaya Hospital, Perdami, hingga Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kami ingin memastikan semakin banyak penderita katarak dapat segera memperoleh penanganan,â kata Ani.
Menurut dia, percepatan operasi katarak juga penting bagi masyarakat usia produktif. Gangguan penglihatan akibat katarak dapat menghambat aktivitas sehari-hari, termasuk kemampuan seseorang untuk bekerja.
Dengan mendapatkan penanganan yang tepat, pasien diharapkan dapat kembali menjalankan aktivitas dan meningkatkan kualitas hidupnya.
Operasi Tetap Mengutamakan Keselamatan Pasien
Di sisi lain, pelaksanaan bakti sosial operasi katarak tetap harus memperhatikan standar pelayanan medis dan keselamatan pasien.
Ketua Perdami, dr. Julie Dewi Barliana, Sp.M(K), M.Biomed, mengatakan tidak semua penderita katarak dapat langsung menjalani operasi. Calon pasien harus terlebih dahulu melalui pemeriksaan untuk memastikan kondisi kesehatannya memenuhi persyaratan tindakan medis.
Ia menjelaskan, pasien yang dapat mengikuti program umumnya berada dalam rentang usia sekitar 20 hingga 75 tahun, memiliki kondisi fisik yang cukup baik, serta mampu bekerja sama selama proses operasi.
Persyaratan tersebut berkaitan dengan metode tindakan yang menggunakan bius lokal atau topikal sehingga komunikasi antara dokter dan pasien tetap diperlukan selama prosedur berlangsung.
Dengan demikian, proses skrining menjadi bagian penting untuk memastikan operasi dapat dilakukan secara aman dan sesuai indikasi medis.
Ajak Lebih Banyak Rumah Sakit Bergabung
Primaya Hospital Group berharap Gerakan Jakarta Bebas Katarak tidak berhenti pada pelaksanaan tahap awal. Perusahaan juga membuka kesempatan bagi rumah sakit swasta dan asosiasi rumah sakit swasta di Indonesia untuk bergabung memperluas jangkauan program.
Leona mengatakan, semakin banyak institusi kesehatan yang terlibat, semakin besar peluang untuk membantu masyarakat yang membutuhkan tindakan operasi katarak.
âKami terbuka untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak swasta, termasuk rumah sakit swasta dan asosiasi rumah sakit di Indonesia, agar gerakan ini dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Kami berharap semakin luas kolaborasi yang terjalin, semakin besar pula manfaat yang dapat dirasakan oleh masyarakat,â ujarnya.
Melalui program tersebut, Primaya Hospital Group bersama Pemprov DKI Jakarta dan Perdami mendorong penguatan kolaborasi pelayanan kesehatan, terutama dalam mengatasi keterbatasan akses operasi katarak. Upaya ini diharapkan dapat membantu lebih banyak penderita memperoleh penanganan medis tepat waktu sekaligus mengurangi risiko gangguan penglihatan berkepanjangan akibat katarak.
- Katarak
- Primaya Hospital
- layanan kesehatan
- operasi katarak
- Bakti Sosial Kesehatan
- kesehatan mata
- Pemprov DKI Jakarta
- perdami
- Gerakan Jakarta Bebas Katarak
- World Sight Day 2026
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Dibuka Melemah, IHSG Hari Ini Berpotensi Menguat Imbas Kebijakan Otoritas Bursa Merespons MSCI
-
Tas Frakta dari Ikea yang Ikonik Kini Gunakan 90 Persen Material Daur Ulang
-
Katarak Sering Tak Disadari, Kenali Gejalanya Sebelum Penglihatan Makin Buram.
-
Presiden Prabowo Ikuti Saran DEN soal MSCI, Reformasi Pasar Modal Jalan Terus
-
KPK Sita Uang Rp250 Juta dari PCNU Nias Diduga Terkait Kasus ATR/BPN
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.