- Home
-
- Luar Negeri
-
- WFP Laporkan Angka Kelapar...
WFP Laporkan Angka Kelaparan di Haiti Meningkat
Jumat, 30 Okt 2026, 00:20 WIBPORT-AU-PRINCE â Kerawanan pangan di Haiti diperkirakan mencapai rekor tertinggi pada 2027. Sebanyak 6,35 juta orang diproyeksikan mengalami kerawanan pangan akut pada Maret hingga Juni 2027, menurut analisis terbaru Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (IPC).
Melansir dari Program Pangan Dunia (WFP), Kamis (29/10), jumlah tersebut meningkat lebih dari 500.000 orang dibandingkan periode 2026. Hampir dua juta orang diperkirakan menghadapi kelaparan kategori Darurat atau IPC Fase 4, yang ditandai dengan kekurangan pangan parah.
Kondisi tersebut dipicu oleh kekerasan, ketidakstabilan ekonomi, buruknya hasil pertanian, dan pengungsian. Dampak fenomena El Nino yang semakin besar juga memperburuk situasi ketahanan pangan di negara tersebut.
WFP sebelumnya memperingatkan bahwa perbaikan ketahanan pangan Haiti masih rapuh. Lembaga tersebut menilai dukungan berkelanjutan dari masyarakat internasional diperlukan untuk mempertahankan kemajuan yang telah dicapai dan mencegah krisis semakin memburuk.
Lebih dari 1,5 juta warga Haiti terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat krisis yang berlangsung. Penduduk di wilayah yang dikuasai kelompok bersenjata serta keluarga yang berlindung di lokasi pengungsian menjadi kelompok paling rentan.
Keluarga pengungsi kesulitan bekerja dan menanam bahan pangan sendiri, sebagian besar tinggal dalam kondisi tidak higienis dan berdesakan. Sementara itu, bantuan pangan kemanusiaan belum sepenuhnya menjamin ketersediaan makanan setiap hari.
Direktur WFP di Haiti, Lauren Landis, mengatakan timnya menyaksikan meningkatnya keputusasaan akibat kekerasan yang terus memaksa keluarga meninggalkan rumah mereka. Banyak keluarga telah berulang kali mengungsi dan tiba tanpa membawa barang-barang penting.
Menurut Landis, kondisi pengungsian tersebut meningkatkan risiko kelaparan dan malnutrisi. Ia menegaskan, bantuan pangan darurat perlu disertai investasi jangka panjang untuk membantu masyarakat menghadapi krisis dan melindungi mata pencaharian.
Kerawanan pangan di sejumlah wilayah pedesaan juga diperkirakan semakin parah. Beberapa wilayah diproyeksikan mengalami perburukan dari kategori Krisis IPC Fase 3 menjadi Darurat IPC Fase 4 pada Maret-Juni 2027.
Fenomena El Nino memicu kekeringan dan banjir secara bersamaan. Kondisi cuaca tersebut mengurangi hasil panen dan menghambat persiapan petani untuk musim tanam berikutnya.
Selain faktor cuaca, keberadaan kelompok bersenjata turut mengganggu rantai pasok pertanian. Petani menghadapi kesulitan mengirimkan hasil panen mereka ke pasar lokal akibat hambatan distribusi.
WFP membutuhkan dana sebesar 78 juta dollar AS (Rp1,4 triliun) untuk mempertahankan berbagai operasi bantuan tersebut hingga Maret. Lembaga itu mendesak dukungan internasional agar bantuan bagi masyarakat Haiti dapat terus berlanjut di tengah meningkatnya ancaman kelaparan. ils/I-1
Berita Terkait:
-
Tiket Final FIFA ASEAN Cup 2026 Telah Terjual Lebih dari 55 Ribu Kursi
-
Festival Bahari Pulau Seribu angkat Kearifan Lokal jadi Potensi Ekonomi
-
Novo Nordisk dan Anthropic Jalin Kemitraan Strategis untuk Percepat Penemuan Obat Berbasis AI
-
Isu Penimbunan BBM Bikin Geger Jember, Kapolres Turun Tangan Sisir Seluruh SPBU
-
Tangani Sampah, Pemkab Bangka Gandeng Pengurus Tempat Ibadah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.