Gubernur Pramono Kebut Normalisasi Kali Mampang, 4.393 Meter Kubik Sedimen Dikeruk
Jumat, 30 Okt 2026, 16:05 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Pemprov DKI Jakarta
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau pekerjaan normalisasi Kali Mampang di Segmen Poncol, Kuningan Barat, Jakarta Selatan, Kamis (29/10), untuk memastikan penanganan sungai berjalan optimal. Pekerjaan ini mencakup pengerukan sedimentasi dan pemeliharaan turap sebagai upaya meningkatkan kapasitas aliran air sekaligus menekan risiko banjir menjelang musim hujan.
Pramono menjelaskan, kawasan Mampang dan sekitarnya termasuk wilayah yang rawan banjir karena kondisi geografisnya berupa cekungan. Hujan dengan intensitas sekitar 100 milimeter per hari berpotensi menimbulkan genangan hingga banjir di sejumlah titik.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan penanganan banjir secara terintegrasi melalui pembangunan embung serta pembenahan Kali Mampang dan Kali Krukut. Kedua sungai tersebut saling terhubung dalam sistem aliran air yang bermuara ke Kanal Banjir Barat.
“Maka di musim kemarau panjang ini, kita melakukan pembenahan dari ujung, dimulai dengan embung-embung yang kemarin kita bangun. Kemudian, pertemuan antara Kali Mampang dan Kali Krukut juga kita lakukan perbaikan. Saya yakin nantinya masih ada banjir, tetapi volumenya akan berkurang secara signifikan karena sekarang ditangani secara serius,” ujar Pramono.
Hingga peninjauan dilakukan, pengerukan Kali Mampang telah mengangkat sekitar 4.393 meter kubik sedimentasi, sementara pekerjaan yang tersisa mencapai sekitar 14.727 meter kubik. Adapun di Kali Krukut, volume sedimentasi yang berhasil diangkat mencapai sekitar 8.507,3 meter kubik, dengan sisa pengerukan sekitar 142.692,7 meter kubik.
Pengerukan tersebut ditujukan untuk memperlancar aliran air dan mengurangi potensi banjir di sejumlah kawasan, terutama Mampang Prapatan, Pasar Minggu, dan Pancoran. Wilayah yang menjadi perhatian meliputi kawasan Pondok Karya, Pondok Jaya, Kemang Utara IX, serta Pejaten Barat.
Selain pengerukan, Pemprov DKI Jakarta juga melakukan pemeliharaan turap di dua lokasi untuk mendukung kondisi infrastruktur sungai. Pekerjaan itu meliputi turap Kali Mampang di Jalan Poncol Jaya sepanjang 300 meter serta turap Kali Krukut di Kompleks Canadiyanti sepanjang 241,7 meter.
“Targetnya bukan sekadar memperbaiki satu titik, tetapi memperkuat sistem pengendalian banjir kawasan. Pemeliharaan turap dan pengerukan harus dilakukan berkelanjutan agar aliran dari Kali Mampang menuju Kali Krukut dan Kanal Banjir Barat lebih lancar, terutama menghadapi musim hujan,” tegasnya.
Pramono menegaskan, normalisasi dan pengerukan sungai menjadi bagian dari persiapan Jakarta menghadapi potensi peningkatan curah hujan. Penanganan serupa juga dilakukan di sejumlah sungai lain, termasuk Ciliwung, Cakung Lama, dan Angke, serta saluran air di berbagai wilayah ibu kota.
“Normalisasi yang sudah begitu lama tidak pernah dilakukan, sekarang kita lakukan kembali. Semua selokan dan sungai kita keruk di berbagai tempat. Harapannya, ketika memasuki periode basah setelah El Nino, Pemerintah Jakarta sudah lebih siap menghadapi potensi banjir,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Pramono turut mengapresiasi dukungan masyarakat terhadap pelaksanaan pekerjaan normalisasi sungai. Ia menilai penanganan kawasan harus dilakukan secara menyeluruh, mencakup pengendalian banjir, penataan lingkungan dan perumahan, hingga perbaikan infrastruktur jalan.
Pemprov DKI Jakarta juga akan terus berkoordinasi dengan DPRD DKI Jakarta untuk memastikan program penanganan kawasan berjalan secara bertahap dan sesuai kebutuhan masyarakat. Koordinasi tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan berbagai upaya pengendalian banjir di Jakarta.
Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, menyatakan dukungannya terhadap percepatan penanganan banjir melalui pengerukan sungai dan pembenahan infrastruktur pendukung. Menurutnya, koordinasi serta perencanaan yang matang diperlukan untuk mengatasi persoalan banjir yang masih menjadi tantangan bagi Jakarta.
“Banyak permasalahan di DKI Jakarta yang tidak mudah, tetapi kami yakin dengan koordinasi yang baik dan perencanaan yang matang, perlahan-lahan kita bisa menyelesaikan masalah banjir ini. Kami di Komisi D maupun DPRD sangat mendukung,” ujar Yuke.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!