Pemprov Jakarta Terus Dorong Pilah Sampah dari Rumah

Jumat, 30 Okt 2026, 01:12 WIB

JAKARTA – Sampah memang problem tersendiri bagi rumah tangga, kelurahan, kecamatan, dan pemda. Untuk mengatasinya dilakukan berbagai cara utamanya pilah sampah dari rumah.

Ini juga dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya melalui Program Kolaborasi Sosial Berskala Besar (KSBB) Lingkungan. Program ini menghubungkan kebutuhan masyarakat dengan dukungan dunia usaha, mulai dari penyediaan sarana pengelolaan sampah hingga edukasi untuk membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.

Ket. Foto: harus dipilah dari rumah — Sumber: ist

Upaya ini menjadi bagian dari langkah Pemprov Jakarta mengurangi volume sampah yang dikirim ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Sampah yang masih bernilai guna didorong untuk dipilah, diolah, dan dimanfaatkan kembali di lingkungan masyarakat.

Salah satu pelaksanaan KSBB Lingkungan klaster Persampahan berlangsung di RW 06, Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Melalui program ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mempertemukan kebutuhan warga dengan dukungan kolaborator berupa peralatan pengangkutan, sarana pengomposan, serta edukasi pemilahan sampah.

Wakil Kepala DLH Jakarta, Purwanti Suryandari, menegaskan pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah tangga. Ketersediaan sarana perlu diikuti perubahan perilaku masyarakat agar pemilahan dan pengolahan sampah dapat berjalan secara konsisten.

“Setiap orang bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan dengan memilahnya sejak dari rumah. Sampah yang masih dapat diolah perlu dipisahkan agar bisa dimanfaatkan kembali, sehingga tidak semuanya berakhir di TPST Bantargebang,” ujarnya di Jakarta, Kamis (29/10).

Langkah tersebut sejalan dengan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber. Kebijakan ini mendorong perubahan pola pengelolaan sampah dari kumpul, angkut, dan buang menjadi pilah, angkut, dan olah.

Menurut Purwanti, KSBB Lingkungan membuka ruang bagi berbagai pihak untuk berkontribusi dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih baik. Kolaborasi tidak hanya berupa bantuan sarana, tetapi juga pendampingan dan edukasi agar masyarakat mampu menerapkan pemilahan sampah dalam kehidupan sehari-hari.

Di RW 06 Srengseng Sawah, PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) turut berpartisipasi dengan memberikan dua gerobak motor listrik, tujuh tong komposter berkapasitas 200 liter, serta satu mesin pengayak kompos berkapasitas 100-150 kilogram per jam.

Dukungan tersebut juga mencakup 145 ember berkapasitas 8 liter, 10 ember berkapasitas 20 liter, 11 tong berkapasitas 60 liter, dan lima tempat sampah berkapasitas 120 liter. Selain penyediaan peralatan, BRI Finance memberikan pelatihan pemilahan sampah kepada anak-anak dan remaja untuk menanamkan kebiasaan mengelola sampah sejak dini.

Direktur Utama BRI Finance, Ignatius Susatyo Wijoyo, mengatakan persoalan sampah membutuhkan keterlibatan bersama antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Melalui KSBB Lingkungan, perusahaan berharap dukungan yang diberikan dapat membantu petugas kebersihan sekaligus mendorong partisipasi aktif warga.

“Kami berharap sarana dan prasarana yang diberikan dapat mempermudah sekaligus mempercepat pekerjaan petugas kebersihan di lapangan, serta mendorong warga membiasakan diri memilah sampah sejak dari rumah,” urainya.

Lurah Srengseng Sawah, Sunardi, mengapresiasi kolaborasi tersebut karena membantu menjawab kebutuhan pengelolaan sampah di wilayahnya. Kehadiran sarana pendukung di RW 06 diharapkan memperkuat keterlibatan warga dalam memilah dan mengolah sampah secara mandiri.

“Dengan pemilahan yang dilakukan secara konsisten, sampah yang masih memiliki nilai guna dapat diolah dan dimanfaatkan kembali oleh warga, sehingga pengelolaan sampah di tingkat RW menjadi lebih optimal,” ucapnya.

  • Gerakan Pilah Sampah

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.