Bundesliga: Laga Bayern Kontra Dortmund Dibayangi Kondisi Kompany dan Kejayaan Kane
Jumat, 30 Okt 2026, 08:28 WIBMUNICH â Bayern Munich akan menjamu rival abadi Borussia Dortmund dalam laga yang biasanya menjadi salah satu pertandingan terbesar Bundesliga. Namun, laga pada hari Sabtu (31/10) itu berlangsung dalam suasana berbeda setelah Bayern melewati pekan penuh gejolak, mulai dari pelatih Vincent Kompany yang harus dirawat di rumah sakit hingga Harry Kane yang meraih penghargaan Ballon d'Or.
Kondisi internal Bayern menjadi perhatian menjelang pertandingan. Kapten tim nasional Jerman, Joshua Kimmich, absen dalam tiga laga terakhir karena mengambil cuti menyusul meninggalnya sang ayah secara mendadak.
Sejumlah pemain andalan lainnya juga bergelut dengan cedera. Luis Diaz, Manuel Neuer, Jamal Musiala, dan Aleksandar Pavlovic sempat mengalami masalah kebugaran yang mengganggu persiapan juara bertahan Bundesliga tersebut.
Situasi itu membuat persiapan Bayern menghadapi Dortmund sedikit terganggu. Padahal, pertandingan ini memiliki arti penting dalam persaingan papan atas. Kedua tim sama-sama belum terkalahkan setelah melewati tujuh pertandingan dan mengoleksi poin yang sama. Bayern berada di posisi lebih baik berkat keunggulan selisih gol.
Pelatih Dortmund, Niko Kovac, mengakui timnya semakin mendekati level Bayern. Namun, bagi tuan rumah, tantangan terbesar justru menjaga konsentrasi agar berbagai persoalan di luar lapangan tidak mengganggu penampilan mereka.
Pekan Bayern berubah drastis setelah Kompany mengalami gangguan kesehatan. Pelatih asal Belgia itu sempat menunjukkan gejala sakit ketika Bayern menghancurkan RB Leipzig 6-1.
Ia kemudian kembali mendampingi tim saat bermain imbang 2-2 melawan Arsenal di kandang sendiri pekan lalu. Namun, dua hari setelah pertandingan tersebut, Kompany dilaporkan pingsan di lapangan latihan.
Setelah menjalani pemeriksaan, ia didiagnosis mengalami iritasi pada selaput otak. Kompany akhirnya diperbolehkan meninggalkan rumah sakit pada Rabu setelah menjalani perawatan selama lima hari.
Meski demikian, Bayern memperkirakan sang pelatih belum bisa kembali bekerja dalam waktu dekat. Pemulihannya diperkirakan membutuhkan waktu berminggu-minggu, bukan sekadar beberapa hari.
Asisten pelatih Aaron Danks untuk sementara mengambil alih tugas mendampingi tim. Ia berharap berbagai pengalaman emosional yang dialami Bayern justru memperkuat kebersamaan para pemain.
âDalam sepekan terakhir, kami mengalami berbagai sisi kehidupan. Ada kebahagiaan dan kegembiraan atas pencapaian Harry, tetapi juga ada masa-masa sulit yang harus kami lalui,â ujar Danks.
âDalam situasi seperti ini, kami harus menemukan keseimbangan. Kami menyadari bahwa manusia adalah hal terpenting. Pengalaman sulit seperti ini bisa membuat kami semakin dekat karena kami harus mengandalkan semangat tim dan kebersamaan.â
Di tengah kabar kurang menyenangkan, Bayern juga memiliki alasan besar untuk merayakan keberhasilan Kane. Penyerang Inggris itu baru saja meraih Ballon d'Or, penghargaan individu paling bergengsi dalam sepak bola, pada Senin.
Kane menjadi pemain Inggris pertama sejak Michael Owen pada 2001 yang memenangkan penghargaan tersebut. Ia juga tercatat sebagai pemain Inggris kelima sepanjang sejarah yang berhasil meraihnya.
Pencapaian itu memunculkan berbagai pujian, bahkan muncul seruan agar kapten tim nasional Inggris tersebut mendapat gelar kebangsawanan dari Kerajaan Inggris.
Kane mengakui pekan ini menjadi pengalaman luar biasa, meski ia merasa sedikit canggung menerima begitu banyak perhatian.
âIni benar-benar pekan yang luar biasa bagi saya dan klub. Saya terkadang merasa malu dengan semua perhatian itu, tetapi saya tahu penghargaan ini sangat berarti,â kata Kane.
Mengenai kemungkinan mendapat gelar kehormatan, ia menanggapinya dengan santai.
âSaya tentu tidak akan menolaknya. Namun, rasanya mungkin agak aneh jika semua orang memanggil saya 'Sir'. Jadi, untuk saat ini, tetap panggil saja Harry,â ujarnya.
Legenda sepak bola Jerman Lothar Matthaeus, peraih Ballon d'Or 1990 ketika memperkuat Inter Milan, menilai penghargaan tersebut seharusnya menjadi motivasi tambahan bagi Kane.
âKetika memenangi Ballon d'Or, perjalanan belum berakhir. Penghargaan itu justru harus menjadi motivasi,â kata Matthaeus.
Menurutnya, keberhasilan Kane bukan semata-mata pencapaian pribadi, melainkan juga hasil kerja kolektif Bayern.
âSepak bola adalah olahraga tim. Ballon d'Or ini bukan hanya untuk Kane, tetapi juga untuk Bayern Munich,â ujarnya.
Kini, perhatian Bayern harus kembali tertuju ke lapangan. Menghadapi Dortmund dalam kondisi yang belum sepenuhnya ideal akan menjadi ujian bagi kekuatan mental dan kebersamaan mereka. Di tengah pekan yang penuh kebahagiaan sekaligus kesedihan, kemenangan atas rival utama bisa menjadi cara terbaik bagi Bayern untuk membuktikan bahwa mereka tetap solid.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Hasil Liga Italia: Tuan Rumah AC Milan Kalahkan Atalanta 3-2
-
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi pada 14–17 Oktober
-
NCT DREAM Segara Rilis Album Terbaru “Dream After Dream”
-
Belasan Orang Diamankan dalam Penggerebekan Narkoba di Jalan Kunti Surabaya
-
Bikin Haru! TNI dan Polri di Lebak Bantu Warga Miliki Rumah Lebih Layak
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.