- Home
-
- Luar Negeri
-
- Menhan Hegseth Ajukan Kera...
Menhan Hegseth Ajukan Kerangka Pertahanan AS-Asean
Kamis, 29 Okt 2026, 02:30 WIBCEBU - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth, pada Rabu (28/10) mengusulkan pembentukan kerangka pertahanan baru AS-Asean yang ambisius. Ia menyampaikan kepada para pemimpin blok Asean bahwa inisiatif ini dapat membantu mereka menghadapi tahun-tahun mendatang yang dinilai sangat krusial.
Dalam beberapa tahun terakhir, AS berupaya memperkuat kemitraan pertahanan regionalnya dengan alasan perlunya menjaga apa yang mereka sebut sebagai Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, di tengah meningkatnya unjuk kekuatan oleh Tiongkok di kawasan tersebut.
Saat berbicara sebelum pertemuan dengan para kepala pertahanan dari Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) di Cebu, Menhan Hegseth memuji apa yang ia sebut sebagai pragmatisme dan nasionalisme yang membanggakan di kawasan tersebut.
"Kita tidak akan selalu sepakat dalam segala hal, dan memang tidak perlu demikian," ujar dia, seraya menyerukan kerja sama di bidang-bidang yang memiliki kepentingan bersama.
"Menatap masa depan di kawasan ini, saya ingin kita menjadi lebih ambisius. Kami mengusulkan agar kita bekerja sama mengembangkan Kerangka Kerja Sama Pertahanan AS-Asean," kata Menhan Hegseth, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.
"Sebuah kerangka kerja praktis yang memandu kerja sama kita selama beberapa tahun ke depan yang merupakan tahun-tahun yang sangat krusial," imbuh dia.
Hegseth menambahkan bahwa AS siap memulai proyek ini seiring dengan Singapura yang akan memegang keketuaan Pertemuan Menteri Pertahanan Asean (ADMM)-Plus pada tahun mendatang.
KTT blok Asean tidak hanya mencakup 11 negara anggotanya saja, tetapi juga perwakilan dari AS, Jepang, Tiongkok, Australia, dan negara lainnya.
Kerja Sama Maritim
Dalam kunjungannya, Menhan Hegseth juga menyerukan penguatan kesadaran akan domain maritim serta peningkatan kerja sama di antara angkatan laut.
"Ini bukan sekadar simbolis; ini adalah bukti nyata dari apa yang dilakukan oleh mitra yang serius. Mitra yang serius akan berlatih bersama, belajar bersama, merencanakan bersama, serta membangun kepercayaan dan kompetensi yang diperlukan untuk mencegah konflik," tegas dia.
Filipina, yang merupakan sekutu AS, diketahui telah terlibat dalam konfrontasi selama bertahun-tahun dengan Tiongkok terkait wilayah sengketa di Laut Tiongkok Selatan (LTS).
Manila bulan ini menyatakan bahwa kehadiran militer dan penjaga pantai Tiongkok di wilayah-wilayah sengketa di jalur perairan krusial tersebut meningkat hampir dua kali lipat pada bulan September.
Pejabat pertahanan Jepang, Shinjiro Koizumi, sebelumnya bertemu dengan Menhan Hegseth di sela-sela acara di Cebu. Dalam pertemuan tersebut, mereka membahas perlunya menerapkan pertahanan penangkalan yang efektif di Rantai Kepulauan Pertama (First Island Chain), sebutan untuk gugusan pulau yang terletak di antara Tiongkok dan wilayah Pasifik terbuka.
Kedua sekutu tersebut juga berkomitmen untuk terus menjaga koordinasi erat terkait produksi amunisi. AFP/I-1
- Indo-Pasifik
- ASEAN
- pete hegseth
- cebu
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Kebakaran Hanguskan Kantor BPN Karawang, Wamen ATR Persilakan Polisi Investigasi
-
Pengakuan Elkan Baggott soal Indonesia Ini Bikin Fans Timnas Tersentuh
-
Bukan Cuma Hiburan, Film Jadi Mesin Uang Baru Jakarta: BI Ungkap Strateginya!
-
DPRD DKI Minta Warga Lokal Dilibatkan dalam Transformasi Transjakarta
-
Euforia Balap Yamaha Cup Race Merambah ke Tanah Jawa, Adu Cepat Raih Prestasi di Boyolali
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.