Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Menbud Fadli Zon Tekankan Pentingnya Konservasi dan Jaga Warisan Kekayaan Alam Maros

29 Kamis, 29 Okt 2026, 15:27 WIB | Oleh:
Menbud Fadli Zon Tekankan Pentingnya Konservasi dan Jaga Warisan Kekayaan Alam Maros Menbud Fadli Zon Tekankan Pentingnya Konservasi dan Jaga Warisan Kekayaan Alam Maros Doc: antara foto
Ket. Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon

MAKASSAR - Menteri Kebudayaan (Menbud) RI Fadli Zon, menekankan pentingnya menjaga dan mengonservasi kekayaan alam serta keanekaragaman hayati sebagai bagian dari upaya merawat warisan Indonesia.

Menbud Fadli Zon dalam keterangannya diterima di Makassar, Kamis (29/10), menyampaikan kekayaan alam dan budaya perlu dipandang sebagai bagian yang saling berkaitan dalam memahami identitas serta keunikan suatu wilayah.

“Geopark ini memiliki kekayaan yang luar biasa, baik dari bentang alam, keanekaragaman hayati, maupun keunikan yang menjadi bagian dari identitas kawasan. Karena itu, kekayaan ini harus terus dijaga, dilindungi, dan dikonservasi," ujarnya.

Menbud yang juga Ketua Komite Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) itu juga mengingatkan pentingnya menjaga komitmen pelestarian dan memenuhi ketentuan UNESCO dalam pengelolaan geopark.

"Sebagai UNESCO Global Geopark, kawasan ini juga memiliki tanggung jawab untuk memenuhi persyaratan pelestarian, edukasi, dan pelaporan secara berkala kepada UNESCO,” ucapnya saat meninjau Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulsel.

Fadli Zon dalam momentum tersebut juga menyoroti keterkaitan kawasan tersebut dengan sejarah penelitian ilmiah, khususnya eksplorasi naturalis Inggris, Alfred Russel Wallace, yang pernah meneliti kupu-kupu di Bantimurung pada abad ke-19.

Menurutnya, kekayaan spesies kupu-kupu dan keunikan vegetasi Sulawesi merupakan bagian penting dari keanekaragaman hayati Indonesia yang perlu terus dipelajari dan dijaga.

“Kupu-kupu Bantimurung merupakan salah satu kekayaan biodiversitas Indonesia yang sangat menarik. Kawasan ini pernah menjadi lokasi penelitian Alfred Russel Wallace dan memiliki keunikan spesies yang menjadi bagian dari kekayaan alam Sulawesi," katanya.

"Kita perlu memastikan keanekaragaman hayati ini tetap terjaga melalui perlindungan dan konservasi yang berkelanjutan,” tambahnya.

Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung merupakan kawasan konservasi di Sulawesi Selatan yang juga dikenal sebagai The Kingdom of Butterfly atau Kupu-kupu.

Kawasan taman nasional ini memiliki luas sekitar 43.077,30 hektar dan dikenal dengan bentang alam karstnya, termasuk formasi menara karst yang menjadi salah satu ciri khas wilayah Maros-Pangkep.

Selain menjadi habitat berbagai flora dan fauna, kawasan geopark juga menyimpan jejak kehidupan dan tradisi masyarakat setempat. Keterkaitan unsur geologi, hayati, dan budaya tersebut menjadikan pelestarian kawasan penting dilakukan secara terpadu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Wali Kota Bekasi Dorong Pem...

PT KAI Luncurkan Kampanye "Ayo Naik Kereta"

43 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
PT KAI Luncurkan Kampanye "...
Luar Negeri
Swiss Buka Pintu Tuan Rumah...
Megapolitan
Kolaborasi Dinamis dan Prod...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Menkum: Pemerintah Gratiskan Pendaftaran 19 Jenis Hak Cipta

Menkum: Pemerintah Gratiskan Pendaftaran 19 Jenis Hak Cipta

29 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.