Korban Tewas Tabrakan Kereta Cepat Spanyol Melonjak Dua Kali Lipat Jadi 64 Orang, 58 Luka-luka

Kamis, 29 Okt 2026, 00:00 WIB

TOLEDO – Jumlah korban tewas dalam tabrakan dua kereta api berkecepatan tinggi di Spanyol melonjak lebih dari dua kali lipat, dari sedikitnya 30 orang menjadi 64 orang. Sebanyak 58 orang lainnya dilaporkan terluka dalam kecelakaan maut yang terjadi di Provinsi Toledo, Rabu (28/10).

Pembaruan jumlah korban tersebut disampaikan otoritas pemerintah daerah Castilla-La Mancha, sebagaimana dilaporkan The Guardian dengan mengutip keterangan pihak berwenang setempat. Angka korban diperkirakan masih dapat berubah seiring berlanjutnya proses penyelamatan dan pendataan.

Ket. Foto: Kecelakaan tersebut melibatkan dua kereta berkecepatan tinggi di sekitar Urda, antara Urda dan Los Yébenes, sekitar 150 kilometer di selatan Madrid. Benturan dan anjloknya kereta membuat sejumlah gerbong ringsek serta tergelincir dari rel. — Sumber: Istimewa

Dari total 64 korban tewas, sebanyak 40 orang berada di kereta Iryo, sedangkan 24 lainnya merupakan penumpang kereta cepat AVE milik operator Renfe.

Kecelakaan tersebut melibatkan dua kereta berkecepatan tinggi di sekitar Urda, antara Urda dan Los Yébenes, sekitar 150 kilometer di selatan Madrid. Benturan dan anjloknya kereta membuat sejumlah gerbong ringsek serta tergelincir dari rel.

Foto-foto dari lokasi kejadian memperlihatkan gerbong yang tergeletak miring di tanggul, sementara petugas darurat menyisir area kecelakaan untuk mencari dan mengevakuasi korban. Salah satu gambar bahkan memperlihatkan bagian rel yang tampak menembus atap kereta yang terdampak.

Lonjakan jumlah korban menjadikan tragedi di Toledo ini lebih mematikan dibandingkan kecelakaan kereta di Adamuz pada Januari lalu. Peristiwa tersebut juga disebut sebagai salah satu bencana kereta api terburuk di Spanyol sejak era 1970-an.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez dijadwalkan mendatangi lokasi kecelakaan untuk mendukung kerja tim darurat sekaligus menyampaikan solidaritas kepada para korban dan keluarga mereka. Pemerintah menyatakan prioritas utama saat ini adalah penanganan korban serta koordinasi antarlembaga dalam menghadapi dampak tragedi tersebut.

Sistem Persinyalan Jadi Sorotan

Di tengah upaya penyelamatan, perhatian mulai tertuju pada sistem persinyalan jalur kereta api berkecepatan tinggi Madrid-Sevilla yang dilalui kedua kereta.

Koresponden transportasi The Guardian, Gwyn Topham, menulis bahwa sistem persinyalan akan menjadi salah satu fokus penyelidikan. Jalur tersebut menggunakan teknologi LZB atau Linienzugbeeinflussung, yang memungkinkan komunikasi elektronik berkelanjutan antara rel dan kereta untuk membantu mengendalikan kecepatan serta menghentikan kereta ketika jalur di depannya terhalang.

Secara teori, teknologi tersebut dirancang untuk mengurangi risiko tabrakan ketika sebuah kereta berada di jalur yang masih ditempati kereta lain. Karena itu, penyelidik perlu mengungkap bagaimana kecelakaan dengan korban jiwa besar ini dapat terjadi.

The Guardian juga mengutip laporan awal media Spanyol yang belum terkonfirmasi, yang menyebut kereta Iryo kemungkinan berhenti setelah mendeteksi gangguan pada sistem LZB. Informasi tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kecelakaan.

Penyebab pasti tabrakan masih harus menunggu hasil penyelidikan. Untuk saat ini, besarnya jumlah korban dan kondisi kereta yang ringsek menjadi gambaran betapa parahnya kecelakaan yang mengguncang jaringan kereta cepat Spanyol tersebut.

  • Kecelakaan Kereta Api

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.