Incar Operator Telekomunikasi Indonesia, Raksasa AI Tencent Invasi Pasar Nasional
Kamis, 29 Okt 2026, 20:24 WIBSHENZHEN -Â Raksasa teknologi asal China, Tencent, secara agresif membidik pasar Indonesia untuk ekspansi layanan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan komputasi awan (cloud).Â
"Di Indonesia, kami bekerja sama dengan XLSmart untuk menata dan meningkatkan sistem yang telah mereka miliki agar lebih efisien dari segi biaya dan lebih mudah dikelola. Proses migrasi tersebut melibatkan lebih dari 1.000 layanan mikro dan data terabyte yang dikoordinasikan oleh sejumlah besar agen AI, mulai dari tahap identifikasi hingga penerapan sistem," kata Wakil Presiden Eksekutif Senior Tencent dan CEO Cloud and Smart Industries Group Dowson Tong di Shenzhen, provinsi Guangdong, Kamis (29/10).
Dowson menyampaikan hal tersebut dalam acara "Tencent Global Digital Ecosystem Summit 2026" yang merupakan kegiatan tahunan Tencent untuk mempertemukan para mitra dan klien dari berbagai negara di bidang AI dan "cloud".
"Melalui kerja sama erat dengan tim kami, XLSmart berhasil memigrasikan sistem intinya ke 'Tencent Cloud' hanya dalam waktu lima bulan. Sebagai perbandingan, proyek serupa sebelumnya mungkin membutuhkan waktu satu hingga dua tahun sebelum adanya bantuan agen AI," ungkap Dowson.
Agen AI (AI agent) adalah bentuk kecerdasan buatan tingkat lanjut yang tidak hanya bisa menjawab pertanyaan, tetapi juga bisa melakukan pekerjaan untuk kita secara otomatis. Bila AI biasa "hanya" membantu pengguna untuk berpikir, maka agen AI dapat membantu pengguna untuk bertindak dan menyelesaikan pekerjaan.
Tencent sendiri punya sejumlah Agen AI yang tugasnya disesuaikan dengan kebutuhan berbagai konsumen.
"Sepanjang proses tersebut, tidak terjadi gangguan layanan sama sekali pada layanan-layanan yang sangat penting bagi operasional," tambah Dowson.
Saat ini, Dowson menyebut, "Tencent Cloud" melayani pelanggan di lebih dari 150 negara dan wilayah. Jumlah pelanggan aktif Tencent di luar negeri disebut meningkat dua kali lipat sepanjang tahun lalu, sementara bisnis AI perusahaan tersebut di pasar internasional mencatat pertumbuhan tiga digit.
"Di Indonesia, kami telah mengambil langkah lebih awal dan secara aktif mendorong kerja sama menyeluruh di bidang 'cloud' dan AI dengan tiga operator telekomunikasi besar, yaitu XLSmart, Telkomsel, dan Indosat," tambah Dowson.
Sedangkan di Thailand, Dowson mengungkapkan Tencent juga berupaya bekerja sama dengan berbagai perusahaan untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, mempercepat transformasi cerdas, serta memperluas layanan kepada operator telekomunikasi terkemuka, bursa efek, dan bank.
"Ketika memilih 'cloud' dan AI, perusahaan tidak lagi hanya mempertimbangkan sumber daya, biaya, dan kinerja. Mereka juga semakin memperhatikan efisiensi biaya model AI serta kemudahan penggunaan rangkaian perangkat AI," kata Dowson.
AI asal perusahaan China, sebut Dowson, memiliki keunggulan dalam penerapan industri, pengalaman produk, dan efisiensi biaya.
"Tencent Cloud bersama para mitra sedang membawa kemampuan tersebut ke pasar global untuk mendukung ekspansi internasional perusahaan-perusahaan China sekaligus melayani pelanggan di seluruh dunia," tambah Dowson.
Setidaknya terdapat tiga strategi yang akan dilakukan Tencent untuk melakukan ekspansi keluar negeri.
"Pertama, kami akan memperkuat pembangunan pusat data di luar negeri. Secara global, kami telah mengoperasikan lebih dari dua juta server," sebut Dowson.
Selama setahun terakhir, Tencent menambahkan sejumlah pusat data di Frankfurt, Malaysia, Meksiko, Osaka, Thailand, dan wilayah lainnya dan dalam satu tahun mendatang, perusahaan itu juga akan semakin memperluas jaringan infrastruktur kami di Asia, Timur Tengah, Eropa, dan Amerika.
"Kedua, kami akan membangun infrastruktur dengan efisiensi biaya yang tinggi. Menghadapi lonjakan kebutuhan data, komputasi umum, dan penyimpanan akibat gelombang AI, kami terus merancang serta mengoptimalkan arsitektur perangkat lunak dan perangkat keras," tambah Dowson.
Ia mencontohkan, generasi baru komputasi awan server Tencent, SA10, mendukung konfigurasi komputasi berkapasitas tinggi yang dapat sangat efisien dari segi biaya bagi pelanggan dan sangat sesuai untuk menjalankan agen AI.
"Bagi pelanggan yang memiliki pusat data sendiri dan ingin meningkatkan teknologi virtualisasi menjadi arsitektur 'cloud-native', kami telah menurunkan skala minimum penerapan solusi 'cloud privat TCE' dari 14 server menjadi delapan server sehingga hal itu mengurangi biaya penerapan," ungkap Dowsonâââââââ.
Sedangkan pada tingkat model AI, model sumber terbuka (open source) buatan China, menurut Dowson, menunjukkan pengalaman penggunaan yang sangat baik serta efisiensi biaya yang tinggi dalam berbagai skenario penggunaan dengan frekuensi tinggi, seperti pekerjaan kantor, penelitian dan pembuatan konten.
Strategi ketiga yaitu Tencent mempercepat ekspansi internasional berbagai produk agen AI, termasuk CodeBuddy, WorkBuddy, Tencent Design, ADP, Magic AI, Agent Runtime, dan produk lainnya.
"Baik karyawan perusahaan China yang ditugaskan ke luar negeri maupun tim lokal pelanggan internasional dapat bekerja sama melalui satu ruang kerja AI yang terpadu dan kami terus membantu berbagai perusahaan 'platform' luar negeri membangun ekosistem 'superapp' lokal," kata Dowson.
Sedangkan Direktur Teknologi Informasi XlSmart Yessie D Yosetya dalam sesi pleno mengungkapkan kerja sama dengan Tencent memudahkan "merger" sistem yang dimiliki dua perusahaan.
"Dengan bantuan Tencent, kami mampu menyelesaikan proses tersebut dalam waktu hanya dalam waktu 4,5 bulan, sesuai rencana modernisasi. Lebih dari 60 aplikasi telah dimodernisasi dan dipindahkan ke 'Tencent Cloud'," kata Yessie.
Ia juga menyebut lebih dari 1.100 API, lebih dari 1.200 layanan mikro serta basis data sebesar 15 terabita dipindahkan ke "Tencent Cloud" dalam waktu yang sangat singkat.
"Menurut saya, kekuatan terbesar yang dibawa Tencent adalah investasi mereka dalam mengembangkan berbagai perangkat yang memungkinkan kami melakukan migrasi dengan cepat," ungkap Yessie.
Yessie menyebut, Tencent dinilai gigih dalam mencari solusi dan menyelesaikan masalah dalam proses migrasi.
"Karena setelah merger, memang kita harus kita harus mengevaluasi ulang seluruh infrastruktur karena sebetulnya dari kacamata pengalaman pengguna, mereka tidak perlu tahu seperti apa dapurnya, yang penting dari sisi pengguna, secara aplikasi, mereka lebih mudah, lebih smooth, lebih seamless," tambah Yessie.
- dowson tong
- tencent cloud
- ai agent
- komputasi awan
Redaktur: alfred
Penulis: Alfred, Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.