Bali Naik Kelas, Ambisi Pusat Keuangan Tahap Kedua Dimulai

Kamis, 29 Okt 2026, 22:45 WIB

BADUNG – Pemerintah menyiapkan Bali sebagai pengembangan pusat keuangan (financial center) tahap kedua setelah Jakarta, seiring upaya memperkuat daya tarik Indonesia sebagai lokasi kegiatan sektor keuangan di tengah ketidakpastian global.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara International Fora for Kredit Program Pemerintah di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis (29/10).

Ket. Foto: Ilustrasi-Masyarakat saat mengunjungi area terbuka hijau Sira Village Grand Outlet Bali di KEK Kura Kura Bali, Denpasar. — Sumber: ANTARA/ Ni Putu Putri Muliantari.

Airlangga mengatakan pemerintah telah membahas potensi Bali bersama badan usaha milik negara (BUMN).

Menurut dia, aspek regulasi untuk pengembangan pusat keuangan tersebut telah diselesaikan dan saat ini memasuki tahap finalisasi.

“Kemarin dengan BUMN kita juga melihat potensi Bali untuk menjadi financial center di mana secara regulasi sudah kita selesaikan dan ini dalam tahap finalisasi,” kata Airlangga.

Ia menjelaskan pengembangan tersebut direncanakan berlangsung bertahap. Jakarta dipersiapkan sebagai tahap pertama, sedangkan Bali menjadi lokasi yang dipertimbangkan untuk tahap berikutnya.

Airlangga menilai keberadaan pusat keuangan relevan dalam situasi ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Indonesia dinilai memiliki peluang untuk menarik kegiatan sektor keuangan dengan dukungan kondisi wilayah yang aman dan nyaman.

“Tentu wilayahnya aman dan nyaman salah satunya adalah di Indonesia,” ujarnya.

Ia menjelaskan pengembangan pusat keuangan di Bali juga sejalan dengan upaya memperluas sumber pertumbuhan ekonomi daerah, yang selama ini banyak ditopang sektor pariwisata.

Dalam pidatonya, Airlangga menyebut pemerintah telah menyiapkan sejumlah pengembangan ekonomi di Bali, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan Sanur dan KEK Kura-Kura Bali di Serangan, Denpasar.

KEK Sanur diarahkan untuk mengembangkan layanan kesehatan berstandar internasional sekaligus menarik wisatawan yang membutuhkan layanan kesehatan.

Sementara itu, KEK Kura-Kura Bali dikembangkan untuk mendukung kegiatan ekonomi dan menarik investasi.

Airlangga juga menyinggung potensi ekonomi digital dan pengembangan talenta regional sebagai bagian dari perluasan aktivitas ekonomi Bali.

Menurut dia, diversifikasi tersebut penting agar pertumbuhan ekonomi Bali tidak hanya bertumpu pada pariwisata, tetapi juga dapat berkembang melalui sektor keuangan, kesehatan, pendidikan dan ekonomi digital.

Meski demikian, rencana pengembangan pusat keuangan di Bali masih berada dalam tahap persiapan sebagaimana disampaikan Airlangga.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik rencana pemerintah pusat tersebut.

"Kalo sudah diputuskan di Bali tentu kita akan mendukung. Bali kan hanya menyiapkan tempat, yang lainnya pemerintah pusat," katanya.

Terkait dengan kesiapan Bali terhadap rencana tersebut, Koster mengaku Bali sangat strategis untuk merealisasikan rencana tersebut. "Bali sangat siap," pungkasnya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.