Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

BPBD Jabar Laporkan 529 Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung di Bandung Barat

28 Rabu, 28 Okt 2026, 18:00 WIB | Oleh:
BPBD Jabar Laporkan 529 Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung di Bandung Barat BPBD Jabar Laporkan 529 Rumah Rusak Akibat Angin Puting Beliung di Bandung Barat Doc: Freepik

JAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mencatat 529 rumah terdampak angin puting beliung di Kabupaten Bandung Barat. Data tersebut merupakan pembaruan dari laporan awal yang mencatat sebanyak 520 rumah terdampak.

Juru bicara BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat, menyampaikan pembaruan data terbaru tersebut dihimpun hingga Senin (26/10) malam. Ia mengatakan angin puting beliung menerjang sejumlah wilayah di Kecamatan Padalarang pada hari Senin kemarin.

Hadi mengatakan terdapat penambahan data rumah terdampak yang diterima BPBD Jabar. Ia menyebut bahwa desa Padalarang menjadi yang paling terdampak dalam insiden angin puting beliung ini.

"Untuk desa, yang paling terdampak ini di desa padalarang ini ada 398 rumah terdampak. Dengan volume kerusakan beratnya juga ada 98 unit kerusak berat, 161 rusak sedang, dan 139 rusak ringan," ujar Hadi, Rabu (28/10).

Selain rumah warga, Hadi mengatakan, angin puting beliung juga berdampak pada sejumlah fasilitas umum. Fasilitas yang terdampak meliputi masjid, kantor kelurahan, dan bangunan operasional desa.

Ia juga melaporkan satu orang mengalami luka ringan akibat kejadian tersebut. Hingga laporan disampaikan, Hadi menyebut, warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat belum ditempatkan di lokasi pengungsian terpusat.

"Dari teman-teman di BPBD Kabupaten Bandung Barat, informasinya untuk korban ini ada satu orang yang luka ringan sebenarnya. Kalau untuk pengungsian, informasi yang kami terima sampai hari ini tidak ada pengungsian secara tersendiri," kata dia.

Hadi menyebut beberapa langkah telah dilakukan BPBD Provinsi untuk membantu penanganan korban yang terdampak angin puting beliung. Ia mengatakan beberapa bantuan telah dikirim seperti terpal dan bantuan logistik makanan.

Ia menghimbau masyarakat memantau informasi peringatan dini melalui berbagai saluran komunikasi. Hadi mengatakan, Informasi dapat diperoleh melalui media sosial, grup WhatsApp, serta aplikasi Sapa Warga.

Masyarakat dihimbau untuk berlindung di bangunan kokoh ketika angin kencang terjadi. Warga diminta menghindari pohon dan papan reklame karena berisiko membahayakan keselamatan saat cuaca buruk. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Ekonomi
Jangan Cuma Banjiri Kredit,...
Ekonomi
Pascabencana, UMKM Dituntut...
Daerah
Porprov Jateng Memakan Korb...
Megapolitan
Pemkab Tangerang Terima Hib...

24 Arena Sudah Siap Digunakan untuk Forprov

49 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
24 Arena Sudah Siap Digunak...
Nasional
Kementan Perkuat Pencegahan...
Luar Negeri
30 Orang Tewas - Gerbong Ha...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Satu Orang Jadi Tersangka Kebakaran TPA Supit Urang Malang

Satu Orang Jadi Tersangka Kebakaran TPA Supit Urang Malang

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.