Rybakina Bangkit di Ningbo, Kepercayaan Diri Pulih Jelang WTA Finals

Selasa, 27 Okt 2026, 00:05 WIB

NINGBO — Elena Rybakina kembali menemukan performa terbaiknya di Ningbo Open. Petenis Kazakhstan itu sukses mempertahankan gelarnya setelah mengalahkan Leylah Fernandez dengan skor 6-2, 6-2 pada partai final, Minggu (25/10). Hasil ini menjadi modal penting bagi Rybakina untuk menghadapi WTA Finals sekaligus mempertahankan gelar juara turnamen penutup musim tersebut.

Setahun lalu, kemenangan di Ningbo menjadi titik balik perjalanan Rybakina. Gelar itu membantunya mengamankan tempat terakhir dalam daftar delapan peserta WTA Finals 2025. Ia kemudian tampil sempurna di turnamen tersebut dan keluar sebagai juara, sebelum membawa momentum positif itu ke musim berikutnya.

Ket. Foto: Elena Rybakina. — Sumber: WTA

Petenis berusia 27 tahun tersebut melanjutkan performa impresifnya dengan menjuarai Australian Open pada Januari, sebelum meraih gelar Grand Slam ketiganya di US Open bulan lalu.

Keberhasilan mempertahankan gelar di Ningbo terasa semakin berarti setelah Rybakina mengalami kekalahan dalam pertandingan pertamanya sebagai petenis nomor satu dunia di Beijing. Ia juga terpaksa absen dari Wuhan karena cedera.

“Saya baru pertama kali berhasil mempertahankan gelar, jadi ini merupakan pencapaian yang luar biasa,” kata Rybakina kepada situs resmi WTA.

“Ningbo sudah menjadi tempat yang istimewa bagi saya. Tahun lalu, saya mulai bermain sangat baik sejak turnamen ini. Semoga hasil ini memberi saya motivasi dan energi positif untuk melanjutkan musim ini serta mengawali musim berikutnya.”

Keberhasilan di Ningbo juga menunjukkan perubahan penting dalam perjalanan karier Rybakina. Setelah kalah dalam sembilan dari 13 final pertamanya, kini ia berhasil memenangi 11 dari 15 final terakhir yang dijalaninya.

Gelar di Ningbo menjadi trofi keempat Rybakina sepanjang tahun ini sekaligus gelar ke-15 dalam karier profesionalnya.

Rybakina mengakui bahwa kekalahan berulang kali di partai final sempat membuatnya frustrasi. Namun, pengalaman kini membantunya mengelola tekanan dan mengambil keputusan lebih baik dalam momen-momen krusial.

“Saya ingat dulu selalu merasa kesal setiap kali kalah di final,” ujarnya.

“Sekarang hasilnya mulai berpihak kepada saya, tetapi saya tidak bisa berharap semuanya akan selalu berjalan seperti ini. Kini, pengalaman membantu saya tampil lebih baik pada momen-momen penting.”

Perkembangan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Rybakina semakin konsisten dalam pertandingan penentuan. Kemenangan dua set langsung atas Fernandez juga memperlihatkan efektivitas permainannya menjelang turnamen besar berikutnya.

Setelah mempertahankan gelar di Ningbo, Rybakina dijadwalkan tampil di Pan Pacific Open di Tokyo pekan ini. Setelah itu, ia akan melanjutkan perjalanan menuju WTA Finals yang berlangsung pada 8–15 November di Indian Wells.

Rybakina datang dengan status juara bertahan setelah memenangi seluruh pertandingan pada edisi tahun lalu. Kesuksesan tersebut juga memberinya hadiah uang lebih dari lima juta dolar AS.

Dengan performa yang kembali meningkat dan kepercayaan diri yang terbangun di Ningbo, Rybakina memiliki peluang untuk kembali menjadi salah satu pemain yang diperhitungkan dalam persaingan gelar WTA Finals.

Namun, mempertahankan gelar di turnamen elite yang mempertemukan delapan petenis terbaik musim ini tetap menjadi tantangan tersendiri. Bagi Rybakina, kemenangan di Ningbo setidaknya menjadi pengingat bahwa turnamen di kota Tiongkok tersebut kembali bisa menjadi titik awal untuk menutup musim dengan prestasi besar.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.