Pemerintah RI Mengutuk Keras Serangan Teror di Gereja Ortodoks Yordania
Selasa, 27 Okt 2026, 03:05 WIBJAKARTA - Pemerintah Indonesia mengutuk keras serangan teror ke Gereja Ortodoks di Karak, Yordania, pekan lalu. Sikap itu sebagai ungkapan solidaritas terhadap raja dan rakyat Yordania di tengah tragedi memilukan tersebut.
âIndonesia mengecam keras serangan bersenjata brutal yang terjadi di Gereja Ortodoks Yunani Santo Georgius, Provinsi Karak, Yordania, pada 23 Oktober 2026, yang mengakibatkan banyak korban jiwa dan luka-luka,â sebut Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui media sosial, di Jakarta, Senin (26/10).
Pemerintah dan rakyat Indonesia menyampaikan belasungkawa dan simpati yang mendalam kepada keluarga korban yang ditinggalkan serta mendoakan pemulihan segera bagi seluruh korban yang cedera dalam tragedi tersebut.
Indonesia juga menyampaikan solidaritas penuh kepada Raja Abdullah II, pemerintah, dan rakyat Yordania dalam menghadapi situasi sulit akibat serangan teror itu. Indonesia juga menyatakan dukungan penuh terhadap segala upaya dan langkah tegas pemerintah Yordania untuk menjaga stabilitas nasional dan menindak para pelaku serangan teror.
Kemlu RI melalui KBRI Amman terus memantau perkembangan situasi secara saksama dan berkoordinasi dengan otoritas setempat menyusul insiden di Karak itu.
âLangkah tersebut guna memastikan keselamatan dan keamanan seluruh warga negara Indonesia di Yordania,â sebut pernyataan Kemlu RI.
Serangan teror terjadi saat acara pemakaman di Gereja Ortodoks Yunani di desa Hamoud, kegubernuran Karak, Yordania selatan, sehingga mengakibatkan delapan orang tewas dan 27 lainnya terluka.
Menteri Dalam Negeri Yordania, Mazin Al Farrayeh mengatakan negaranya telah menjadi sasaran aksi terorisme oleh sekelompok ekstremis. Farrayeh menggambarkan serangan tersebut sebagai aksi mengerikan yang harus dikecam habis-habisan.
Stasiun televisi publik Al-Mamlaka TV, dengan mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, melaporkan ada dua orang bersenjata keluar dari sebuah kendaraan dan melepaskan tembakan membabi buta ke arah gereja, di mana sedang berlangsung upacara pemakaman.
Seorang saksi mata mengatakan kepada stasiun televisi tersebut bahwa para penyerang menembak tanpa henti selama sekitar lima menit sebelum melarikan diri. Menurut saksi tersebut, ada sekitar 150 hingga 200 orang berada di dalam dan di luar gereja saat serangan.
Raja Abdullah II menyebut peristiwa tersebut sebagai serangan teroris yang akan dibalas sekeras-kerasnya. âSetiap nyawa orang Yordania berharga dan kami akan menghajar dengan tangan besi siapa pun yang berani mengancam negara kami,â kata Abdullah.
Solidaritas Lintas Agama
Ketua Sekber Keistimewaan DIY, Widihasto Wasana Putra menegaskan bahwa kekerasan terhadap tempat ibadah merupakan serangan terhadap kemanusiaan dan hak setiap orang untuk menjalankan keyakinannya dengan aman.
âTidak ada alasan yang dapat membenarkan pembunuhan dan kekerasan terhadap orang-orang yang sedang beribadah. Kami menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta solidaritas kepada rakyat Yordania yang menghadapi tragedi ini,â katanya.
Redaktur: Vitto Budi
Penulis: Eko S, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Tim SAR Gabungan Intensifkan Operasi Penyisiran Pencarian Korban
-
PLN Sulselrabar Punya Strategi Baru untuk UMKM, Begini Cara Bantu Usaha Makin Mandiri
-
Hadapi Musim Kemarau, Pemanfaatan Air Baku di Demak Mulai Diatur
-
Kimi Antonelli Menggila di GP Italia! Kemenangan Ketujuh Musim 2026 Akhirnya Diraih
-
Cincinnati Open 2026: Janice Tjen Lewati Drama Tiga Set untuk Melaju ke Babak 32 Besar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.