Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mempertahankan Wayang Suket Sebagai Sarana Edukasi

28 Selasa, 27 Okt 2026, 22:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mempertahankan Wayang Suket Sebagai Sarana Edukasi Mempertahankan Wayang Suket Sebagai Sarana Edukasi Doc: Antara
Ket. Siswa SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo didampingi tim pemandu belajar membuat wayang suket berbahan jerami di Desa Wisata Grogol, Seyegan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (20/10/2026).

Yogyakarta - Desa Wisata Grogol di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta konsisten menjaga keberlanjutan pembuatan Wayang Suket, atau yang terbuat dari rumput, sebagai sarana edukasi bagi para wisatawan yang berkunjung.

"Untuk hasil wayang suketnya tidak kami perjual-belikan, tetapi bisa dibawa pulang oleh masing-masing wisatawan," kata Pengelola Desa Wisata Grogol Nanang di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia upaya mempertahankan tradisi wayang suket ini terdapat tantangan ketersediaan bahan baku rumput atau mendong yang sekarang ini semakin sulit ditemukan di sekitar lingkungan desa.

Dia mengatakan pihaknya mengambil mendong sebagai bahan pembuatan wayang suket dari salah satu petani di wilayah Minggir, Sleman sesuai dengan kebutuhan peserta yang datang.

"Hal ini dilakukan agar tidak ada sisa bahan yang menumpuk dan menjadi rapuh, karena kegiatan produksi tidak berlangsung setiap hari," katanya.

Nanang mengatakan, wisatawan biasanya menginformasikan rencana kunjungan jauh-jauh hari agar pengelola dapat menyesuaikan jumlah mendong yang disiapkan dengan jumlah peserta yang akan berkunjung.

"Kalau dulu rumput masih mudah diperoleh, tapi makin ke sini makin susah, jadinya kami memanfaatkan mendong untuk produksi wayang suketnya," katanya.

Dia menjelaskan proses pembuatan kerajinan tangan tradisional tersebut umumnya memerlukan waktu antara 30 menit hingga 60 menit dengan menggunakan enam batang mendong.

Pembuatan wayang suket, kata dia, berawal dari kebiasaan masyarakat zaman dahulu ketika memiliki waktu luang sembari menggembala ternak peliharaan di tanah lapang, akhirnya mereka mencoba membuat wayang dari rumput di sekitar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Advertisement
Air Mata di Balik Jersey Merah Putih! Film Dokumen Perjuangan Timnas Indonesia "The Longest Wait" Siap Guncang Bioskop!

Air Mata di Balik Jersey Merah Putih! Film Dokumen Perjuangan Timnas Indonesia "The Longest Wait" Siap Guncang Bioskop!

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.