Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ada Temuan Garam Tak Beryodium di Pasar, Dinas Kesehatan Lumajang perkuat pengawasan

📅 Kamis, 15 Okt 2026, 12:54 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ada Temuan Garam Tak Beryodium di Pasar, Dinas Kesehatan Lumajang perkuat pengawasan Doc: ANTARA
Ket. Arsip foto: Petugas Dinkes P2KB mengedukasi pedagang mengenai manfaat yodium dan dampak kekurangannya di pasar tradisional Lumajang.

LUMAJANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, memperkuat pengawasan di pasar tradisional pasca-temuan garam yang tidak memenuhi standar kandungan yodium di daerah itu

"Tidak semua garam yang beredar di pasar memenuhi standar kandungan yodium," kata Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang, Rosyidah, dalam keterangannya di Lumajang, Kamis (15/10).

Hasil pemeriksaan Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang pada 2026 menunjukkan dari 106 sampel garam yang diperiksa di 10 kecamatan, tercatat sebanyak 37 sampel atau 35 persen belum memenuhi persyaratan kandungan yodium.

"Sebanyak 69 sampel atau 65 persen garam yang beredar di pasaran telah memenuhi standar kandungan yodium," katanya.

Ia mengatakan pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya pengawasan garam konsumsi,, sekaligus pencegahan Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKI) di Lumajang.

Pemeriksaan dilakukan menggunakan mini lab untuk mengetahui kandungan yodium dalam garam yang dijual di pasar dan sampel yang tidak memenuhi persyaratan diketahui memiliki kandungan yodium di bawah batas minimal 30 ppm.

“Pemeriksaan itu menjadi bagian dari upaya kami untuk memastikan garam yang beredar dan dikonsumsi masyarakat memenuhi standar kandungan yodium,” katanya.

Menurut dia, pemeriksaan tidak hanya menjadi sarana untuk mengetahui kondisi garam yang beredar, tetapi juga menjadi dasar untuk meningkatkan pemahaman pedagang mengenai pentingnya menyediakan garam yang memenuhi standar.

“Kami ingin pengawasan itu juga menjadi sarana edukasi, sehingga pedagang semakin memahami pentingnya menyediakan garam beryodium yang memenuhi standar," ujarnya.

Hasil pemeriksaan menunjukkan tingkat pemenuhan standar yang berbeda di setiap wilayah yakni persentase sampel yang memenuhi ketentuan tertinggi tercatat di wilayah Sumbersari–Yosowilangun sebesar 82,61 persen, disusul Klojen–Senduro sebesar 66,67 persen dan Randuagung–Klakah sebesar 61,11 persen.

Sementara itu, wilayah Tempeh–Kunir mencatat 60 persen sampel memenuhi standar, sedangkan Candipuro–Pasirian sebesar 56,25 persen.

Menindaklanjuti hasil tersebut, Dinkes P2KB memberikan edukasi kepada pedagang mengenai manfaat yodium dan dampak kekurangannya.

Pedagang juga diarahkan untuk menyediakan garam yang memenuhi standar agar produk yang ditawarkan kepada masyarakat sesuai dengan persyaratan.

“Setelah pemeriksaan kami memberikan edukasi kepada penjual mengenai manfaat yodium dan dampak kekurangan yodium. Kami juga mengarahkan agar garam yang dijual memenuhi standar,” jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak

BINUS University Kembali Gelar Jakarta Game Fest 2026 

31 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Rona
BINUS University Kembali Ge...
Daerah
Pemprov Jawa Timur Akan Sia...
Advertisement
Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

Klasemen Liga Champions: PSG Naik ke Puncak, Tiga Wakil Italia Terpuruk di Luar Zona Playoff

15 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.