Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Mahasiswa UI Ditipu Polisi Gadungan, Diminta Transfer Uang hingga Pinjol

27 Selasa, 27 Okt 2026, 13:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mahasiswa UI Ditipu Polisi Gadungan, Diminta Transfer Uang hingga Pinjol Mahasiswa UI Ditipu Polisi Gadungan, Diminta Transfer Uang hingga Pinjol Doc: Antara
Ket. UI ketika mendampingi mahasiswa korban penipuan berkedok aparat ke Polda Metro Jaya.

Depok - Universitas Indonesia (UI) memberikan pendampingan hukum kepada mahasiswa UI yang menjadi korban dugaan penipuan ke Polda Metro Jaya melalui komunikasi digital dengan modus pelaku menyamar sebagai aparat penegak hukum.

Pendampingan dilakukan untuk memastikan mahasiswa memperoleh dukungan dalam menghadapi situasi tersebut sekaligus membantu proses pelaporan kepada pihak kepolisian.

Direktur Hubungan Masyarakat, Media, Pemerintah, dan Internasional (DHMPI) UI Erwin Agustian Panigoro di Kampus UI Depok, Selasa (27/20), menyampaikan keprihatinan atas kejadian yang dialami mahasiswa dan menegaskan komitmen universitas dalam memberikan pendampingan kepada korban.

“Kami memahami betapa beratnya situasi yang dialami mahasiswa kami. Pelaku sengaja menciptakan rasa takut agar korban tidak sempat berpikir dan tidak bercerita kepada siapa pun," katanya.

Karena itu, lanjut dia kami ingin menegaskan bahwa mahasiswa yang menjadi korban tidak sendirian. UI hadir memberikan pendampingan, mulai dari dukungan awal hingga membantu proses pelaporan kepada aparat penegak hukum.

Lebih lanjut, UI mengingatkan bahwa permintaan transfer dana, penitipan aset ke rekening tertentu, maupun pengajuan pinjaman daring, atas nama proses pemeriksaan hukum, merupakan indikasi yang patut dicurigai.

Untuk itu masyarakat diimbau untuk tidak langsung mengikuti instruksi pihak yang mengaku sebagai aparat penegak hukum tanpa melakukan verifikasi melalui saluran resmi instansi terkait.

“Jika menerima telepon atau pesan yang mengatasnamakan aparat dan disertai tekanan untuk segera mentransfer uang, jangan terburu-buru mengikuti instruksi," tegasnya.

Hentikan komunikasi, lakukan verifikasi, dan ceritakan kepada orang terdekat atau pihak yang dapat dipercaya. Mahasiswa juga dapat menghubungi pihak kampus untuk memperoleh arahan dan pendampingan.

UI juga mengimbau seluruh mahasiswa dan sivitas akademika untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk penipuan digital, khususnya yang menggunakan ancaman hukum, pencatutan identitas pejabat, maupun dokumen yang menyerupai surat resmi.

Masyarakat diminta tidak memberikan informasi pribadi, kata sandi, kode OTP, atau akses terhadap perangkat dan rekening kepada pihak yang tidak terverifikasi.

Pada Rabu (21/10/2026), Kantor Pengamanan Lingkungan Kampus bersama Asrama UI mendampingi salah seorang mahasiswa korban penipuan untuk membuat laporan resmi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya.

Mengaku Polisi
Sebelumnya, petugas pengamanan asrama telah menerima pengaduan korban, memberikan pendampingan awal, serta membantu menyiapkan bukti dan dokumen yang diperlukan untuk pelaporan.

Berdasarkan informasi yang disampaikan korban, penipuan bermula ketika pelaku menghubungi korban melalui telepon dan aplikasi WhatsApp dengan mengaku sebagai anggota kepolisian.

Pelaku kemudian menuduh korban terlibat dalam tindak pidana pencucian uang dan mengarahkan korban untuk mengikuti serangkaian instruksi yang diklaim sebagai bagian dari proses pemeriksaan.

Dengan memanfaatkan tekanan psikologis dan ketakutan korban terhadap persoalan hukum, pelaku meminta korban melakukan transfer dana hingga mengajukan pinjaman daring dengan dalih pemeriksaan maupun verifikasi aset.

Pelaku juga menggunakan dokumen yang diduga palsu dengan mencatut identitas lembaga negara untuk meyakinkan korban bahwa proses tersebut merupakan prosedur resmi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Harry Kane Menangkan Ballon d'Or 2026, Begini Kisah di Balik Kesuksesannya

Harry Kane Menangkan Ballon d'Or 2026, Begini Kisah di Balik Kesuksesannya

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.