Korsel akan Luncurkan Satelit Penangkap Sampah Antariksa

Selasa, 27 Okt 2026, 19:50 WIB

SEOUL - Korea Selatan akan meluncurkan satelit penangkap (capture satellite) pada tahun depan menggunakan roket Nuri untuk memusnahkan satelit Korea Selatan yang menyelesaikan misinya namun masih berada di orbit setelah memasuki kembali atmosfer bumi.

Satelit observasi Bumi Uribyul 3 yang mengorbit Bumi selama 24 tahun setelah menyelesaikan misinya pada tahun 2002 sejak diluncurkan pada 1999 diperkirakan akan menjadi target pertama.

Ket. Foto: — Sumber: YONHAP News

Badan Antariksa Korea (KASA) menyatakan bahwa pihaknya membuka rapat peninjauan persiapan integrasi sistem untuk Active Debris Removal Satellite atau Satelit Pengendali Aktif Sampah Antariksa (ADR-SAT) di Lembaga Penelitian Teknologi Satelit dari Institut Sains dan Teknologi Korea (KAIST) di Daejeon hari Senin (26/10).

“Satelit pengendali aktif bertugas melacak dan menangkap satelit yang sudah tidak beroperasi dan terlantar di orbit, kemudian mengarahkannya memasuki atmosfer bumi untuk dibakar hingga dimusnahkan,” lapor kantor berita KBS, Selasa (27/10.

Menurut sosok satelit yang dipublikasikan oleh KASA, satelit pengendali aktif mendekati objek yang ditargetkan dan menangkap satelit yang habis masa operasional menggunakan lengan robot dan penjepit. Setelah itu, satelit akan menurunkan ketinggian orbit bersama objek yang ditangkap, kemudian melepaskannya dan mengarahkannya memasuki atmosfer Bumi agar objek itu musnah akibat panas yang dihasilkan oleh gesekan dengan udara.

Lembaga Penelitian Teknologi Satelit KAIST menyatakan bahwa pihaknya akan melaksanakan perakitan model penerbangan mulai bulan depan, karena satelit pengendali aktif dinilai memenuhi persyaratan keberhasilan dalam rapat kali ini.

Kepala KASA, Oh Tae-seok, mengatakan bahwa teknologi satelit pengendali aktif ini membuat satelit mendekati sampah antariksa yang bergerak dengan kecepatan tinggi, menangkapnya, dan kemudian memusnahkannya setelah memasuki atmosfer. Teknologi serupa merupakan teknologi satelit yang dikembangkan untuk pertama kali di dunia.

Dia menambahkan bahwa KASA mengamankan teknologi untuk memusnahkan sampah antariksa yang mengancam keselamatan satelit Korea Selatan dengan teknologi tersendiri Korea Selatan untuk meningkatkan kapasitas Korea Selatan dalam menangani risiko antariksa. ils/KBS/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Berbagai Sumber, Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.