Jangkau Warga Pulau, BRI Operasikan Layanan Bank Terapung di Kepulauan Halmahera Selatan
Selasa, 27 Okt 2026, 08:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: BRI
TERNATE - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) mengoperasikan layanan bank terapung melalui Kapal Bahtera Seva II untuk menjangkau masyarakat di sejumlah pulau di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara.
Petugas lapangan BRI Unit Bacan Wiranto Jumran di Bacan, Senin (26/10), mengatakan layanan tersebut bertujuan mempermudah akses transaksi keuangan dan pembiayaan usaha bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
"Untuk pelayanan perbankan di wilayah Halmahera Selatan, kami mengunjungi sekitar tujuh sampai delapan pulau," ujarnya.
Ia menjelaskan layanan melalui kapal tersebut mencakup transaksi tabungan, transfer uang, hingga pengajuan kredit usaha, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Dengan layanan bergerak itu, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan perbankan tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kantor layanan.
Pada minggu pertama hingga minggu ketiga setiap bulan, pelayaran dimulai pada Senin dengan tujuan Desa Bajo dan Desa Lelei, dilanjutkan ke Desa Madopolo pada Selasa.
Pada Rabu, kapal melayani masyarakat di Desa Gane Dalam dan Desa Pasipalele, kemudian menuju Desa Saketa pada Kamis dan Desa Kayoa Guruapin pada Jumat.
Sementara itu, pada minggu keempat, rute pelayanan disesuaikan dengan kebutuhan wilayah yang dijangkau. Kapal melayani Desa Bajo dan Desa Lelei pada Senin, Desa Madopolo pada Selasa, Desa Dowora dan Desa Pasipalele pada Rabu, Desa Saketa pada Kamis, serta Desa Kayoa Busua pada Jumat.
Wiranto mengatakan tantangan geografis menjadi salah satu kendala dalam menjangkau masyarakat di pulau-pulau tersebut.
Keterbatasan dermaga membuat kapal tidak selalu dapat bersandar langsung di desa tujuan sehingga petugas harus menggunakan perahu kecil untuk mencapai lokasi pelayanan.
"Kalau ada dermaga yang tidak bisa disinggahi kapal, kami harus menggunakan perahu untuk menuju desa. Dari satu desa ke desa lainnya juga terkadang harus menggunakan perahu," katanya.
Selain itu, cuaca buruk seperti hujan dan ombak tinggi serta gangguan teknis pada mesin perahu dapat menghambat perjalanan petugas menuju lokasi pelayanan.
Kendati menghadapi kendala tersebut, ia menilai layanan perbankan terapung membantu masyarakat, terutama pelaku usaha di wilayah terpencil yang membutuhkan kemudahan transaksi dan akses permodalan untuk menjalankan kegiatan ekonomi.
"Dari yang saya lihat dan dengar langsung dari masyarakat, layanan ini sangat membantu. Terutama bagi nasabah yang memiliki usaha di sektor pertanian maupun sektor lainnya dan membutuhkan perputaran modal," ujarnya.
Wiranto menyebutkan jumlah nasabah yang dilayani melalui operasional Kapal Bahtera Seva II diperkirakan mencapai sekitar 400 orang. Sementara itu, ia secara khusus mengelola lebih dari 30 nasabah yang mengajukan kredit.
Untuk mendukung operasional, kata dia, kapal tersebut diisi empat petugas, yakni satu petugas layanan pelanggan ("customer service"), satu "teller", serta dua petugas bidang bisnis dan pemasaran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!