BULOG Siap Jadi Penyangga Ekosistem Jagung Nasional, Serap Surplus untuk Jaga Petani dan Peternak

Selasa, 27 Okt 2026, 19:22 WIB

JAKARTA - Perum BULOG menyatakan kesiapannya menjadi penyangga ekosistem jagung nasional melalui skema kemitraan antara petani, koperasi, dan peternak ayam petelur.

Langkah ini untuk memastikan panen petani terserap pasar sekaligus menjaga pasokan bahan baku pakan yang terjangkau bagi peternak.

Ket. Foto: Perum BULOG menyatakan kesiapannya menjadi penyangga ekosistem jagung nasional melalui skema kemitraan antara petani, koperasi, dan peternak ayam petelur. Langkah ini untuk memastikan panen petani terserap pasar sekaligus menjaga pasokan bahan baku pakan yang terjangkau bagi peternak — Sumber: istimewa

Komitmen itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Stabilisasi Ketersediaan Jagung Pakan bagi Peternak Layer melalui Kemitraan dengan Petani Penerima Bantuan Benih Jagung di Kementerian Pertanian, Selasa (27/10).

Hadir Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani bersama Direktur Pengadaan dan Direktur Pemasaran.

Potensi 2,1 Juta Ton dari 300 Ribu Hektare

Pemerintah mendorong ekosistem kemitraan berbasis koperasi yang menghubungkan langsung petani jagung sebagai produsen dengan peternak sebagai pengguna pakan.

Target pengembangan lahan 300 ribu hektare dengan produktivitas 7 ton per hektare, potensi produksi mencapai 2,1 juta ton per tahun. Dari jumlah itu, sekitar 1,8 juta ton diarahkan untuk kebutuhan pakan peternak melalui koperasi.

Sisa kelebihan produksi sekitar 300 ribu ton akan diserap BULOG sebagai offtaker atau pembeli siaga.

Melalui sistem resi gudang, jagung yang diserap akan dikelola sebagai cadangan dan disalurkan kembali saat pasokan terbatas, termasuk lewat program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Skema ini untuk mencegah harga anjlok saat panen raya sekaligus menjaga kontinuitas pasokan pakan.

Mentan: Petani dan Peternak Harus Tumbuh Bersama

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan ekosistem jagung harus menempatkan petani dan peternak sebagai satu kesatuan.

"Kita ingin petani jagung dan peternak Indonesia tumbuh bersama dalam satu ekosistem yang kuat. Petani harus memiliki kepastian pasar dan memperoleh harga yang layak, sementara peternak harus mendapatkan jaminan pasokan jagung dengan harga terjangkau," ujar Amran.

"Melalui koperasi, kita satukan kekuatan dari hulu hingga hilir agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh petani dan peternak Indonesia," katanya.

Amran menambahkan peran BULOG krusial saat surplus maupun saat kebutuhan pakan meningkat.

"Ketika produksi jagung melimpah, hasil panen petani harus tetap memiliki pasar. Di sinilah BULOG kita siapkan sebagai penyangga yang dapat menyerap kelebihan produksi, mengelola cadangannya, dan menyalurkannya kembali ketika peternak membutuhkan. Kita dahulukan kepentingan petani dan peternak Indonesia agar keduanya terlindungi," ujar Amran.

 Pastikan Pasar Petani, Pasokan Peternak

Direktur Utama BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan BULOG siap menjalankan penugasan sebagai penyangga pasokan jagung nasional.

"BULOG siap menjalankan peran sebagai penyangga pasokan jagung nasional sesuai penugasan pemerintah. Kami ingin memastikan bahwa ketika petani menghasilkan produksi yang melimpah, ada mekanisme penyerapan yang memberikan kepastian pasar. Pada saat yang sama, ketika peternak membutuhkan jagung, BULOG dapat hadir menyediakan pasokan melalui skema stabilisasi yang tepat sasaran," kata Rizal.

Menurutnya, peran BULOG tidak berhenti di penyerapan, tapi juga pengelolaan cadangan untuk keberlanjutan usaha peternakan rakyat.

"Yang ingin kita bangun adalah sistem yang saling menguatkan. Jagung hasil produksi petani dalam negeri diserap dan dikelola dengan baik, kemudian dimanfaatkan kembali untuk memenuhi kebutuhan peternak melalui SPHP sesuai ketentuan pemerintah," ujarnya.

Hilirisasi hingga Telur dan MBG

Penguatan ekosistem jagung juga diarahkan hingga hilirisasi. Produksi telur dari peternak mikro dan kecil diharapkan terserap melalui pasar reguler, pemenuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta industri pengolahan telur.

Dalam rancangan yang dibahas, sekitar 1,9 juta ton telur diproyeksikan terserap pasar reguler, termasuk untuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Selain itu, industri pengolahan telur menjadi telur cair dan tepung telur didorong untuk perluas pasar domestik dan ekspor.

BULOG akan memperkuat koordinasi dengan Kementan, koperasi peternak, kelompok tani, dan stakeholder terkait untuk mematangkan mekanisme serap surplus, pengelolaan cadangan lewat pergudangan, serta distribusi di lapangan.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.