• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Bayangan Kesuksesan Orang ...

Bayangan Kesuksesan Orang Lain di Medsos Bisa Meruntuhkan Kepercayaan Diri

Selasa, 27 Okt 2026, 00:59 WIB

JAKARTA – Hati-hati bagi masyarakat yang terlalu bergantung pada media social. Terlalu banyak aktivitas dengan medsos bisa mengganggu kejiwaan akhirnya. Misalnya, bila terlalu membayangkan pencapaian orang lain akan membuat kepercayaan diri luntur.

Psikolog Klinis Atharana Aliyya mengungkapkan pentingnya mengelola penggunaan media sosial, terlebih saat dunia bekerja serba cepat. “Pada akhirnya kita membandingkan yang kita punya berdasarkan yang kita lihat di media sosial,” ucap Atharana di Jakarta, Senin.

Ket. Foto: Bijak bermedia sosial — Sumber: ist

Psikolog yang sehari-hari praktik di Puskesmas Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur itu menyampaikan bahwa penggunaan media sosial yang berlebih justru membuat seseorang rentan menghadapi krisis kepercayaan diri dan dihantui oleh pencapaian orang lain.

“Ketika memang kita selalu membandingkan diri kita dengan orang lain tentunya ga pernah cukup,” kata Atharana. Atharana mengatakan bahwa kemudahan mengakses informasi melalui media sosial membuat seseorang mudah membandingkan pencapaian dirinya dengan pencapaian orang lain.

Daripada membandingkan diri dengan orang lain, menurut Atharana, lebih baik membandingkan diri kita saat ini dengan versi kita beberapa waktu sebelumnya. “Kalau memang ada pertumbuhan, apresiasi itu,” ucapnya. Menurut Atharana, saat menyadari perubahan dalam diri seperti perubahan emosi ataupun perilaku, hal tersebut adalah sinyal bahwa diri membutuhkan waktu tambahan untuk rekreasi.

Ada beragam cara untuk menyalurkan emosi, seperti yang dikatakan Atharana, menerapkan gaya hidup sehat bisa jadi cara untuk lebih mencintai diri sendiri. “Bisa coba me time dengan olahraga rutin dan pola makan seimbang,” ungkapnya.

Di sisi lain, ia juga menyampaikan bahwa generasi muda sekarang lebih peduli terhadap kesehatan mental dan keseimbangan hidup, sehingga banyak anak muda sekarang yang menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup. “Jadi kalau ada perubahan emosi misalnya lebih banyak sedih atau takut, ada yang ikut kelas yoga,” kata Atharana.

Di tengah perkembangan teknologi, smartphone dan media sosial menjadi bagian dari keseharian seseorang, utamanya bagi anak muda. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi depresi pada penduduk berusia di atas 15 tahun mencapai 1,4 persen atau sekitar 2,5 juta hingga 3 juta orang.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.